JAVASATU.COM- Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan telah menuntaskan program rehabilitasi dan revitalisasi sarana prasarana (sarpras) pendidikan tahun anggaran 2025. Sebanyak 38 sekolah yang tersebar di wilayah Malang Raya kini resmi memiliki fasilitas baru yang memenuhi standar mutu pelayanan pendidikan.
Program ini menyasar tiga jenjang pendidikan dengan pembagian bantuan yang spesifik sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Setiap sekolah menerima paket bantuan yang berbeda. Untuk jenjang SMA dan SMK, tersedia 9 menu bantuan, sementara untuk SLB tersedia 7 menu bantuan.

Berikut adalah daftar sekolah di Malang Raya yang telah menyelesaikan proses rehabilitasi dan revitalisasi:
Kelompok SMK (23 Sekolah)
- SMKN 2 Singosari (Kab. Malang)
- SMKN 12 Malang
- SMKN 13 Malang
- SMKN 1 Ampel Gading
- SMKN 1 Kepanjen
- SMKN Wonosari
- SMKS PGRI 3 Malang
- SMKS Muhammadiyah 1 Malang
- SMKS Wiyata Husada
- SMKS Islam An Nuuru Tirtoyudo
- SMKS NU Miftahul Huda Kepanjen
- SMK Cendekia Madinah Dampit
- SMK Al Alaa Madinatul Al Munawaroh
- SMKS Assalam Bantur
- SMKS Muhammadiyah 5 Kepanjen
- SMKS Miftahul Ulum Pagelaran
- SMKS Cendekia Bangsa Kepanjen
- SMKS Islam Donomulyo
- SMKS Islam Kalipare
- SMK Nahdatul Ulama Donomulyo
- SMKS Islam Ahmad Yani Ngantang
Kelompok SMA (12 Sekolah)
- SMAN 3 Malang
- SMAN 6 Malang
- SMAN 7 Malang
- SMAN 8 Malang
- SMAN 10 Malang
- SMAN 1 Lawang
- SMAN 1 Ngantang
- SMAS Muhammadiyah 1 Malang
- SMAS Ibnu Sina Malang
- SMAS Islam Al Ikhlas Kasembon
- SMAS Islam Al Hikmah Tajinan
Kelompok SLB (3 Sekolah)
- SLB A,B,D Negeri Kedungkandang Kota Malang
- SLB C Autis Negeri Kedungkandang Kota Malang
- SLBN Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang
Satu hal yang menonjol dalam proyek revitalisasi kali ini adalah standarisasi toilet sekolah. Pemerintah menekankan bahwa toilet bukan lagi sekadar “ruang samping”, melainkan bagian dari indikator kualitas layanan pendidikan yang baik. Penekanan ini dilakukan untuk memastikan lingkungan belajar tetap sehat dan representatif bagi ribuan siswa di Jawa Timur. (Jup)