JAVASATU.COM- Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menilai kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, layak menjadi percontohan nasional dalam penataan kawasan perkotaan padat. Penilaian tersebut disampaikan saat kunjungan kerja jajaran Kementerian PKP ke Balai Kota Malang, Jumat (2/1/2026).

Rombongan Kementerian PKP dipimpin Sekretaris Jenderal Didyk Choiroel bersama Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Hariyati. Kunjungan diterima langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Ruang Sidang Balai Kota Malang.
Wali Kota Wahyu mengatakan, Kementerian PKP tertarik mereplikasi konsep penataan Kayutangan Heritage karena dinilai berhasil menggabungkan pelestarian kawasan bersejarah, peningkatan kualitas permukiman, serta pemberdayaan masyarakat.
“Kami menyampaikan progres dan konsep penataan Kayutangan Heritage, mulai dari ceritanya hingga menjadi salah satu tujuan wisata favorit saat libur Nataru. Kementerian PKP melihat ini bisa direplikasi dan dijadikan pilot project di daerah lain,” ujar Wahyu.
Menurutnya, keberhasilan Kayutangan Heritage tidak hanya terletak pada penataan fisik kawasan, tetapi juga pada keterlibatan aktif warga dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata berbasis sejarah.
Wahyu menambahkan, ketertarikan Kementerian PKP bermula saat kunjungan Menteri PKP ke Kota Malang beberapa waktu lalu. Saat itu, Menteri PKP diajak langsung meninjau Kayutangan Heritage dan memberikan respons positif.
“Kami jelaskan pula berbagai penghargaan yang diraih, seperti Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik I nasional dan Pokdarwis Terbaik I nasional. Perubahan kawasan dan mindset masyarakat menjadi poin penting yang mendapat perhatian,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel menyampaikan bahwa penataan kawasan padat dan kumuh menjadi salah satu program prioritas nasional pada 2026. Untuk itu, pihaknya melakukan kunjungan ke daerah yang dinilai berhasil dalam penataan kawasan perkotaan.
“Kayutangan Heritage menjadi salah satu contoh yang kami pelajari untuk melihat bagaimana kawasan padat bisa ditata dengan baik, tetap menarik, dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Didyk.
Ia menambahkan, Kementerian PKP juga mengajak jajaran kelurahan dari wilayah padat penduduk di Jakarta untuk belajar langsung dari konsep penataan dan pemberdayaan masyarakat di Kayutangan Heritage.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Hariyati menegaskan, konsep penataan kawasan seperti Kayutangan Heritage akan diramu menjadi model nasional penataan kawasan perkotaan.
“Kami ingin kawasan perkotaan yang padat tetap tertata, memiliki daya tarik, dan ekonominya tumbuh. Praktik baik di Kayutangan ini akan menjadi referensi dalam penyusunan konsep penataan kawasan perkotaan di Indonesia,” tuturnya. (arf)