JAVASATU.COM- Sinergi TNI dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) diperkuat melalui kegiatan diseminasi penataan lingkungan hidup untuk mitigasi bencana di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum, Kabupaten Malang, Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis nasional di wilayah Kodam V/Brawijaya.

Sebanyak 250 pohon keras ditanam dalam karya bakti yang melibatkan personel Kodim Kota Malang, Kodim Malang-Batu, dan Kodim Probolinggo di bawah Korem 083/Baladhika Jaya. Aksi ini menjadi langkah konkret dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mengurangi risiko bencana.
Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, yang hadir sebagai tuan rumah menyebut kegiatan ini mencerminkan kolaborasi lintas instansi dalam penguatan fungsi pembinaan sekaligus pelestarian lingkungan.
“Kegiatan ini tidak hanya simbolis, tetapi bentuk nyata upaya menjaga lingkungan sekaligus mendukung mitigasi bencana,” ujar Teguh.
Teguh menambahkan, panen tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan lahan SAE tidak hanya mendukung pembinaan warga binaan, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi dan edukasi lingkungan secara berkelanjutan.
“SAE Ngajum diharapkan terus berkembang sebagai pusat pembinaan yang produktif dan berdampak luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebelum penanaman, kegiatan diawali apel dan pengarahan sebagai bentuk konsolidasi peserta. Seluruh rangkaian berlangsung tertib dengan semangat kebersamaan antarinstansi.
Dalam amanatnya, Waaster Kasad Bidang Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo menegaskan penanaman pohon harus dimaknai sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan.
“Yang kita tanam hari ini adalah harapan untuk masa depan bumi yang lebih hijau. Ini tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” tegasnya.
Selain penanaman pohon, kegiatan ditutup dengan panen simbolis kacang tanah sebagai bagian dari program ketahanan pangan SAE L’SIMA Ngajum tahun 2026 hasil kerja sama dengan PT PRIME 4.0. (dop/nuh)