JAVASATU.COM- Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan kontribusi signifikan terhadap kelancaran, keamanan, dan kesuksesan perayaan Idulfitri 2026. Salah satu terobosan konkret yang dinilai berdampak adalah program Mudik Gratis Polri Presisi 2026.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, Nasky menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolri dan seluruh jajaran Polri atas dedikasi dalam mengamankan arus mudik Lebaran sehingga berjalan lancar, aman, dan kondusif.
Menurutnya, hal ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang hendak pulang kampung.
“Program ini bukan sekadar inisiatif seremonial, melainkan wujud nyata arah transformasi Polri Presisi dan Polri untuk Masyarakat. Kepemimpinan Kapolri telah menempatkan PRESISI bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai episentrum yang memandu tindakan nyata di lapangan,” ujar Nasky dalam keterangan pers, Selasa (24/3/2026).
Penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata dan Dedikasi untuk Masyarakat itu menegaskan, program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 merupakan bentuk intervensi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan riil masyarakat pada momentum Idulfitri. Program tersebut dinilai menjadi cerminan transformasi wajah Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Sigit.
“Program ini merupakan wujud transformasi budaya kelembagaan Polri yang kian nyata dirasakan masyarakat. Ini juga menjadi bukti kehadiran negara untuk memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan bahagia, sesuai tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’,” katanya.
Dalam perspektif kebijakan publik, Nasky menyebut program ini sebagai bentuk policy responsiveness, di mana negara hadir menjawab persoalan konkret seperti lonjakan biaya transportasi dan risiko keselamatan selama mudik.
“Kebijakan tidak berhenti pada regulasi, tetapi hadir dalam layanan nyata. Polri meringankan beban masyarakat melalui program mudik gratis sekaligus memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib,” tambahnya.
Pengamanan arus mudik dan balik dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan lalu lintas di titik-titik kritis, pendampingan perjalanan, hingga pelayanan informasi bagi pemudik. Menurutnya, totalitas pengabdian personel Polri dalam momentum ini tidak diragukan.
“Dedikasi ini mencerminkan semangat Korps Bhayangkara yang telah berubah secara mendasar dalam memaknai tugas dan tanggung jawab kepada bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu mengungkapkan keberhasilan Polri dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah hingga turun signifikan, yakni mencapai 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dinilai sebagai hasil strategi pengamanan dan pengawasan selama Operasi Ketupat 2026.
Ia juga menilai tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” benar-benar dirasakan masyarakat. Kehadiran Polri terlihat melalui langkah konkret seperti pendirian pos pelayanan terpadu di titik strategis jalur mudik.
“Pos-pos ini bukan sekadar fasilitas, tetapi menjadi ruang kemanusiaan bagi pemudik untuk beristirahat, mendapatkan layanan kesehatan, hingga informasi perjalanan,” lanjutnya.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan prinsip equity-based policy, di mana kebijakan publik harus mampu mengoreksi ketimpangan akses.
“Mudik adalah kebutuhan sosial dan kultural, bukan sekadar perjalanan fisik,” pungkasnya.
Nasky yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Youth Epicentrum menilai langkah strategis Polri menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Persiapan yang matang ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” tuturnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melepas keberangkatan ribuan peserta program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026).
Dalam program tersebut, Polri menyiapkan 80 bus dengan tujuan utama Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta memberangkatkan sebanyak 4.009 pemudik.
Kapolri menegaskan, program ini merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan masyarakat dapat pulang kampung dengan aman, nyaman, dan bahagia.
“Sesuai tagline tahun ini, ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’,” ujar Jenderal Sigit. (arf)