
Javasatu,Gresik- Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Seksi (Kasi) Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) wilayah Kabupaten Gresik, Rita Riana mengatakan, SMA dan SMK di Kabupaten Gresik akan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
“Kita akan melakukan PTM pada 4 Januari 2021, jika Perbup Gresik sudah turun atau terbit” ucap Rita, saat ditemui Javasatu.com di ruang kerjanya, Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Gresik, Senin (23/11/2020).
Rita mengungkapkan bahwa pihaknya telah diajak koordinasi oleh Pemerintah Kabupaten Gresik, Tim Satgas Covid-19 terdiri dari Polres Gresik, Kodim 0817, terkait persiapan jelang PTM.
“4 November 2020 diajak koordinasi oleh pak Bupati Gresik (Sambari Halim Radianto, red) bersama Tim Satgas Covid-19 Gresik. Rencana PTM akan dilakukan pada bulan Desember, namun ada PAS (Penilaian Akhir Semester, red). Sehingga mundur. PAS dilakukan secara Daring (Dalam Jaringan, red). Selanjutnya pada 24 November 2020, kembali melakukan koordinasi terkait PTM, dengan tujuan untuk memastikan kesiapan teknis” terang Rita.

Dirinya menjelaskan, dalam pelaksanaan PTM nantinya akan dilakukan secara terbatas dan bertahap. Dan selalu melakukan evaluasi.
“Dan pihak sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan 3-M secara ketat sesuai SOP. Teknisnya, yang masuk 30 persen dari pagu. Misalnya, 36 siswa, maka jumlah yang masuk maksimal 18 anak. Di Gresik ada 50 SMA , sedangkan jenjang SMK mencapai 60 sekolah” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, proses pembelajarannya akan dibagi dua yakni ganjil genap. Sekitar tiga jam belajar dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
“Jika nantinya pembelajaran tatap muka atau PTM sudah dilakukan, tetapi orang tua murid tidak mengizinkan anaknya ke sekolah untuk PTM, maka si anak tetap bisa mengikuti pembelajaran secara online atau daring dari rumah” pungkas Rita. (Bas/Saf)