JAVASATU.COM-GRESIK- Kabupaten Gresik, yang terkenal sebagai kabupaten dengan kampung bandeng di bawah binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terus berupaya meningkatkan produktivitas kampung bandeng. Pada agenda Panen Bandeng dalam Rangka Pembangunan Budi Daya Berbasis Ekonomi Biru di Dusun Sumber Suci, Desa Pangkah Wetan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan komitmennya.

“Dulu mungkin masih memakai cara tradisional secara, tapi sekarang dengan berbagai macam fasilitas baru ada kenaikan yang cukup signifikan. Dulu panen hanya 600 kuintal, tapi semenjak adanya transformasi dapat mencapai 1,8 ton. Karena sudah ada teknologinya sehingga pembudidayaan menjadi lebih efisien,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani.
Pada acara tersebut, Pemkab Gresik memberikan berbagai bantuan, termasuk hibah paket budidaya kepada 58 pokdakan, bantuan kincir air dari BPBAP Situbondo, serta benih bandeng kepada beberapa pokdakan di Desa Pangkah Wetan. Selain itu, KKP juga memberikan bantuan pupuk urea non-subsidi dan peralatan pasca panen.
Namun, bupati mencatat adanya permasalahan kelangkaan pupuk tambak bersubsidi. Oleh karena itu, bersama lembaga terkait, mereka menerapkan uji coba tambak bandeng dengan pupuk organik. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono turut berkontribusi dengan menginisiasi riset budidaya ikan air payau menggunakan pupuk organik.
“Rata-rata Gresik di wilayah utara fokus budidaya perikanan. Maka ini kita coba demplot 1 tambak tidak menggunakan pupuk kimia sama sekali,” ungkap Bupati Fandi.
Pendekatan inovatif ini menjadi solusi di tengah kelangkaan pupuk kimia. Kepala Desa Pangkah Wetan, Syaifullah Mahdi, menyatakan bahwa uji coba menggunakan pupuk organik profam memberikan hasil positif dalam pertumbuhan bandeng.
“Lahan hampir 3 hektar ini kita coba 60.000 bibit bandeng setara 12 rean, meski umumnya cuma 2-3 rean. Dalam 4 bulan mulai Agustus sampai sekarang sudah berkisaran 1 kilo 3 ekor, paling kecil 1 kilo 4 ekor,” ujarnya.
Semua upaya ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan kampung bandeng di Gresik. Direktur Pengadaan dan Bina Mutu KKP, Widya Rusyanto, menegaskan, “Ini akan menjadi permasalahan apabila terjadi kelangkaan pupuk kimia terus-menerus. Kita melakukan riset bagaimana pupuk organik dapat menumbuhkan ganggang dan yang lain sebagai pakan ikan alami.”
Turut hadir dalam agenda ini, Direktur Produksi dan Usaha Budidaya KKP Irma Minarti Harahap, Koordinator Pelayanan Informasi BPBAP Situbondo Swandono Adi Setyawan, Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim Sunaris, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik Moh. Nadlelah, dan berbagai pihak terkait. (Bas/Nuh)