JAVASATU.COM-MALANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali menorehkan prestasi, dengan meraih penghargaan Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA) VI-2022, oleh Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF). Dengan kategori pemenang Favorit kategori IT Kesehatan atas inovasi aplikasi “Konco Sregep”.

Aplikasi tersebut diluncurkan Pemkab Malang sebagai upaya pencegahan stunting berbasis local wisdom dan digital literacy untuk remaja. Penghargaan tersebut di terima langsung oleh Bupati Malang H. M. Sanusi bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2022) Malam.
Penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi kepada instansi/pemda, individu/kelompok perorangan, akademisi dan berbagai pihak lainnya yang telah berhasil menjalankan program-program peningkatan pelayanan kesehatan.
Sementara itu Pemkab Malang berhasil memperoleh penghargaan atas lima programnya yaitu, Inovasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS, Inovasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu atau SPGDT, Inovasi Mutu Pelayanan Kesehatan, Inovasi Alat Kesehatan atau ALKES, dan Inovasi IT Kesehatan.
Bupati Sanusi menuturkan, Pemkab Malang memang berkomitmen untuk terus dan serius menekan angka prevalensi stunting. Mulai dari pendataan, penanganan stunting hingga evaluasi. Dan ini terbukti selama 4 tahun terakhir, yakni terhitung pada bulan Februari dan Agustus 2022 angka prevalensi stunting turun, kurang lebih 12,2 persen, dari yang semula sebesar 20 persen di tahun 2018. Kini angka prevalensi stunting di Kabupaten Malang hanya tinggal 7,8 persen.
Salah satu pencegahan stunting itu sendiri, kata Bupati, juga dilakukan lewat literasi kaum remaja terutama di usia sejak 14 tahun. Dengan tujuan, memberikan edukasi kepada remaja di Kabupaten Malang agar memiliki pola hidup sehat dengan asupan makanan sehat.
“Ini merupakan prestasi dalam rangka penanganan stunting di Kabupaten Malang dengan IT Kesehatan yaitu Aplikasi Konco Sregep dan inovasi kearifan lokal yang saat ini bisa menurunkan angka stunting di angka 7,8 persen. Mulai dari remaja harus dilakukan edukasi, agar mereka punya pemahaman dan tahu soal stunting dan cara mencegahnya. Jika edukasi maupun literasi ini terus diberikan secara masif, kita yakin stunting di Kabupaten Malang ini bisa dicegah dan dihindari sedini mungkin”, tutur Sanusi.

Sebagai pemenang favorit kategori IT Kesehatan atas inovasi aplikasi “Konco Sregep”, Bupati Sanusi berharapa, semoga hasil inovasi tersebut tidak berakhir sampai disini namun bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. (Agb/Arf)