JAVASATU.COM-MALANG- Bupati Malang, HM Sanusi pada Jumat (5/8/2022) mengecek langsung kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) yang rusak dan minim murid di Kecamatan Tumpang dan Tajinan.

Dengan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra bersama Jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Malang, ada dua SD di Tumpang yang dicek yakni SDN 1 Duwet Krajan yang memiliki jumlah murid 59 dan SDN 1 Pulungdowo yang memiliki jumlah murid 41 siswa siswi. Sedangkan di Kecamatan Tajinan, SDN 3 Randugading menjadi lokasi kunjungan Bupati Malang yang memiliki 47 siswa siswi.
Bupati Malang, Sanusi menyampaikan, kekurangan siswa yang ada di beberapa sekolah, akan dibicarakan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
“Alternatifnya bagi sekolah yang kekurangan siswa, bisa di merger (gabungan) dengan yang sudah besar. Sehingga, gedungnya bisa dimanfaatkan kegiatan desa,” kata Sanusi kepada awak media seusai meninjau SDN Pulungdowo 1 Tumpang.
Bupati Malang juga menjelaskan, merger merupakan salah satu cara penyelesaian jika terdapat sekolah yang kekurangan siswa.
“Kalau muridnya banyak nanti tak perbaiki, kalau sedikit muridnya tak pindah, gedungnya biar. Karena kalau satu kelas muridnya hanya 3 atau 4 ya ndak efektif, gurunya sama bayarnya sama, idealnya satu kelas muridnya 30 anak. Maka, nanti akan kita kelompokkan, karena kalau muridnya sedikit maka penjaminan kualitas pendidikannya sulit,” jelas Bupati Malang
Sementara itu, salah satu guru senior SDN Pulungdowo 1 Tumpang, Muhammad Suud, memaparkan jika secara keseluruhan jumlah siswanya sebanyak 41 siswa.
“Kelas 1 ada 5 anak, kelas 2 ada 9 anak, kelas 3 ada 8 anak, kelas 4 ada 5 anak, kelas 5 ada 8 anak, dan kelas 6 ada 6 anak. Selain itu, jumlah keseluruhan guru termasuk kepala sekolah sebanyak 9 orang dengan rincian 2 guru honorer, 3 guru PPPK, dan 4 guru PNS,” ucap Muhammad Suud.
Diperoleh data, sebelumnya Bupati Sanusi juga melakukan pengecekan kondisi SD di sejumlah wilayah kecamatan antara lain, Kecamatan Wajak, Poncokusumo, Dampit dan Turen. (Agb/Saf)