Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Gerakan Tanam 10 Juta Pohon Upaya Indonesia Jadi Swadaya Pangan

Syaiful Arif by Syaiful Arif
21 Agustus 2022
0

JAVASATU.COM-MALANG- Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi mengatakan, Gerakan Penanaman 10 Juta Pohon merupakan salah satu upaya Indonesia menjadi swadaya pangan.

Gerakan Tanam 10 Juta Pohon Upaya Indonesia Jadi Swadaya Pangan. (Foto: Istimewa)

Presiden Jokowi beberapa kali memberi peringatan mengenai negara yang saat ini sudah mengalami krisis pangan. Diduga hampir 40 negara telah mengalami krisis pangan.

“Supaya ini tidak terjadi di Indonesia, kita harus berupaya betul agar menjadi swadaya pangan melalui Gerakan Penanaman 10 juta pohon ini,” ungkap Didik saat memberi sambutan pada Penanaman 10 Juta Pohon Serentak SMK dan Desa Binaan Astra di Kabupaten Malang dan Ponorogo, di SMK Muhammadiyah 2 Kepanjen, Jumat (19/8/2022).

Adapun Kemenko PMK melaui PT. Astra mendistribusikan bibit pohon buah di beberapa lokasi di Malang dan Ponorogo. Diantaranya di Desa Gambingan Kecamatan Padang, Kampung berseri Astra Kecamatan Jabung, SMK PGRI 2 Ponorogo, Mojosari Mojokerto dan sekolah serta desa binaan Astra.

ADVERTISEMENT

Pada tahun 2020, tercatat jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270,2 juta jiwa. Sementara pada 2030 nanti, jumlahnya diperkirakan mencapai 300 juta jiwa bahkan bisa lebih dari itu. Tantangan terbesarnya adalah menyediakan pangan yang cukup bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk menyediakan pangan, selain bahan baku makanan, ketersediaan buah-buahan juga perlu diperhatikan. Hal ini karena banyaknya impor buah-buahan di Indonesia yang luar biasa.

“Hal ini agak ironis, Indonesia yang katanya negara agraris tapi disisi lain impor buah mencapai triliunan. Oleh karena itu Gerakan 10 juta pohon ini kita banyak menanam pohon buah,” ujarnya.

Lanjut Didik, saat ini dunia sedang dihadapkan dengan fenomena global warming. Dalam menghadapi musim seperti sekarang ini, Gerakan Penanaman 10 Juta Pohon yang termasuk dari bagian Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) menjadi sebuah gerakan yang dinilai perlu dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Diharapkan nantinya dapat meningkatkan nilai gotong royong dan akan terjadi kemandirian pangan. Kita harus bangkit dan menuju kesejahteraan melalui Gerakan Revolusi Mental,” ungkapnya.

Sementara itu, Kemenko PMK sebagai kementerian koordinator yang membidangi PMK menjadi penanggung jawab GNRM tentu tidak bisa berjalan sendiri.

Pembentukan Gugus Tugas GNRM di daerah sangat diperlukan dan harus dibarengi dengan penguatan program dan kegiatan.

“Revolusi Mental bukan hanya sebuah slogan atau folosofi untuk diucapkan dan dipahami, namun juga perlu diimplementasikan dalam wujud Aksi Nyata,” jelas Didik.

GNRM menurutnya, baru dapat dilaksanakan secara berlanjut jika telah efektif melibatkan unsur Pentahelix, yaitu 5 pihak pemangku kepentingan; Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Media, dan Masyarakat.

“Untuk itu tiap Gugus Tugas Daerah GNRM perlu didorong untuk melibatkan lintas pelaku tersebut khususnya untuk bersama-sama melaksanakan Aksi Nyata. Mulai dari hal kecil saja dulu seperti gotongroyong warga untuk membersihkan lingkungan RT, hingga penanaman pohon,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut, perwakilan Kabupaten Malang, Head of CSR ASTRA Bima, Direktur SMK Kemendikbudristek Dr. Wardani Sugiyanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Ir. Wahyu Hidayat, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur Arbaiyah Yusuf, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Drs. Maryanto, Kepala Dinas Perpustakaan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kapolsek, dan Danramil. (*)

Tags: kecamatan kepanjenKemenko PMKPT. AstraSMK Muhammadiyah 2 Kepanjen
Previous Post

Tasyakuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Jemaah Shiddiqiyyah Renovasi 5 Rumah Tak Layak Huni

Next Post

Silaturahmi Ulama dan Konsolidasi Kebangsaan MUI Gresik Merawat Kota Santri

Related Posts

Kematian Ibu di Gresik Naik Jadi 16 Kasus, GEMMA KIA Diluncurkan
Berita

Kematian Ibu di Gresik Naik Jadi 16 Kasus, GEMMA KIA Diluncurkan

23 Oktober 2026
91 Gerai Koperasi Merah Putih di Gresik Belum Dibangun
Berita

91 Gerai Koperasi Merah Putih di Gresik Belum Dibangun

23 Oktober 2026
Prof Ahmad Barizi: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Sains Modern
Berita

Prof Ahmad Barizi: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Sains Modern

22 Oktober 2026
Inisiator Hari Santri Gus Thoriq Usulkan Doa untuk Indonesia, Ini Isinya
Berita

Inisiator Hari Santri Gus Thoriq Usulkan Doa untuk Indonesia, Ini Isinya

22 Oktober 2026
Hari Santri Nasional, Laskar Fisyabilillah Indonesia Soroti Peran Santri Jaga NKRI
Berita

Hari Santri Nasional, Laskar Fisyabilillah Indonesia Soroti Peran Santri Jaga NKRI

22 Oktober 2026
Zia’ul Haq: Pencak Silat Jadi Wadah Bentuk Karakter Pelajar Kabupaten Malang
Kabupaten Malang

Zia’ul Haq: Pencak Silat Jadi Wadah Bentuk Karakter Pelajar Kabupaten Malang

26 April 2026
Next Post
Silaturahmi Ulama dan Konsolidasi Kebangsaan MUI Gresik Merawat Kota Santri

Silaturahmi Ulama dan Konsolidasi Kebangsaan MUI Gresik Merawat Kota Santri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Hari Santri, IGRA Dukun Tanamkan Akhlak Mulia Sejak Usia Dini
  • ABK Sesak Napas di Kapal, Satpolairud Gresik Evakuasi ke RS
  • BEM UNAIR Dampingi UMKM Desa Balesari Malang Urus NIB
  • Polisi Selidiki Kebakaran TPA Supit Urang Malang, Telusuri Titik Awal Api
  • Hari Santri, Fatayat NU Gresik Perkuat Pemberdayaan Desa dan Perlindungan Sosial
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com