JAVASATU.COM-MALANG-Untuk memupuk dan memperkuat saling memaafkan, warga di Perumahan Banjararum View RT001 RW014 Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang mengadakan Halalbihalal di Idulfitri 1443 hijriah, Minggu (15/5/2022).

Ketua RT001, Syaiful Yahya menuturkan, selama dua tahun kegiatan rutin halalbihalal sempat tertunda akibat Pandemi COVID-19. Dan pihaknya merasa bersyukur karena di Idulfitri 1443 hijriah/2022 masehi tradisi Halalbihalal dapat terlaksana.
Menurut dia, tradisi Halalbihalal ini dapat menjadi pembelajaran serta memupuk kepada generasi berikutnya (anak) untuk belajar saling memaafkan sejak dini.
“Artinya, menanamkan jiwa saling memaafkan kepada anak-anak kita sejak dini. Dibelajari saling memaafkan. Terlebih saat hidup berdampingan bermasyarakat, harus saling gotong royong dan membantu antar sesama” kata Syaiful, Minggu (15/5/2022).

Terlebih di era digital, kata dia, anak-anak setiap hari diberikan kecanggihan teknologi seperti permainan melalui gadget.
“Nah ini jangan sampai anak-anak kita lupa akan jiwa sosialisasi antar sesama. Terlebih tak peduli terhadap lingkungan sekitar, bahkan sampai mengarah kepada hidup secara nafsi-nafsi. Jika itu terjadi, maka Naudzubillah, tradisi saling memaafkan melalui tradisi Halalbihalal bakal tergerus zaman” papar pria yang juga menjadi dosen di salah satu Universitas swasta di Malang ini.
Untuk itu, di momen Halalbihalal Idulfitri 1443 hijriah ini pihaknya mengajak kepada seluruh warganya untuk saling memaafkan dan hidup gotong royong, rukun dan damai
“Mari kita saling memaafkan dengan apa yang sudah kita perbuat selama ini. Semoga di hari yang fitrah ini semua ampunan kesalahan kita antar sesama diijabahi oleh Allah SWT. Mohon maaf lahir batin” pungkasnya.

Pada acara ini menghadirkan penceramah ustadz Khoirul Anam SHI.,M.Fil I. Dalam isi ceramahnya, ustadz lulusan S2 Filsafat IAIN Sunan Ampel Surabaya ini menekankan kepada seluruh masyarakat terutama kepada anak-anak untuk lebih memperkuat pondasi Agama Islam dan saling memaafkan sejak dini.
“Jika pondasinya kuat, maka tali persaudaraan tak kan bisa tergeser. Seperti menjaga dan mempertahankan tradisi Halalbihalal” kata ustadz asal Surabaya ini.
Menurutnya, tradisi Halalbihalal adanya hanya di Nusantara saja. Dan ini menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Bahkan kata dia, di zaman Presiden Sukarno dengan Halalbihalal dijadikan wadah untuk saling memaafkan antar elit politik di negara ini.
“Halalbihalal muncul awalnya dari KH Wahab Hasbullah. Kiai Wahab kala itu memberikan saran kepada Presiden Sukarno untuk menyelenggarakan silaturahmi di momen Hari Raya Idulfitri saling memaafkan. Dan tradisi itu Alhamdulillah terjaga dan terlaksana dengan baik hingga sekarang” terang Anam.
Bercermin dari situ, lanjut dia, di dalam melaksanakan hidup setiap hari di masyarakat, jika memiliki salah kepada orang lain maka segera kita meminta maaf.
“Kalau kita memiliki salah kepada orang tidak bisa kita meminta maaf kepada Allah, tetapi harus minta maaf kepada orang yang bersangkutan lebih dulu. Itulah beratnya melakukan kesalahan kepada sesama” urainya.

“Dan jangan sampai orang yang kita salahi tersebut sampai meninggal kita belum meminta maaf. Karena pintu maaf tidak bisa diwakilkan. Harus kepada orang yang bersangkutan” imbuhnya.
Terakhir, di momen Halalbihalal dia mengajak seluruh warga Perumahan Banjararum View untuk saling memaafkan dan hidup rukun.
“Mari menjalin kerukunan. Pesan saya, sebelum orang lain minta maaf, sebaiknya kita memaafkan dulu dengan lapang dada” pesan ustadz Anam diakhir tausiyahnya.
Sekadar informasi, Halalbihalal ini juga menjadi ajang pembelajaran anak-anak setempat untuk lebih berani tampil di depan umum dengan membacakan Al-Quran, doa harian serta pengetahuan agama Islam. Kegiatan diikuti seluruh warga setempat.
Kemudian acara ditutup dengan doa yang dipimpin ustadz Sibro Mulis dan dilanjut ramah tamah. (Bam/Saf)