Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kisah Mayor Hamid Rusdi, Pejuang Asal Malang yang Gugur di Medan Gerilya

Syaiful Arif by Syaiful Arif
1 April 2025
0

JAVASATU.COM-MALANG- Mayor Hamid Rusdi, pahlawan asal Malang, memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Lahir di Pagak, Malang, pada tahun 1911, Hamid Rusdi merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Sejak kecil, ia dikenal memiliki ketertarikan terhadap dunia militer, berbeda dengan teman-teman sebayanya yang lebih menyukai permainan lain.

Ilustrasi. (Foto: Javasatu.com)

Menurut Lettu Faisol, mewakili Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 512/Quratara Yudha, Hamid Rusdi aktif dalam organisasi kepemudaan Ansor, yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

“Di organisasi ini, beliau ditempa dalam pendidikan mental dan nasionalisme,” ujar Faisol, saat Silaturahmi dan Buka Bersama Masyarakat Wonokoyo pada Sabtu (29/3/2025) yang digelar di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Sebelum terjun ke dunia militer, Hamid Rusdi sempat bekerja sebagai sipir di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru, Malang. Saat ada perekrutan anggota militer, ia bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian menjadi Badan Keamanan Rakyat (BKR).

ADVERTISEMENT

“Karier militernya berkembang pesat hingga mencapai pangkat Mayor dan diangkat sebagai Komandan Batalion 512 pada 28 Mei 1948. Dan beliau menjadi komandan pertama sejak berdiri batalion tersebut,” kata Faisol.

Dalam perjuangannya melawan penjajah, Hamid Rusdi memimpin pasukan gerilya yang bermarkas di Sawojajar. Ia kerap berpindah-pindah lokasi, mulai dari Bululawang, Turen, hingga Singosari dan Pujon.

Namun, perjuangannya berakhir tragis pada 7 Maret 1949 saat ia ditangkap oleh pasukan Belanda di Desa Sekarputih, Wonokoyo.

“Beliau ditangkap bersama beberapa rekannya setelah Belanda mengerahkan dua pleton pasukan,” tutur Faisol.

Keesokan harinya, jenazah Hamid Rusdi ditemukan di sekitar Sungai Kalisari bersama empat pejuang lainnya, yaitu Moesmari, Yunus, Letnan Ismail, dan Abdul Razak.

“Kelimanya dimakamkan di Wonokoyo sebelum akhirnya pada 5 Mei 1950, makam Hamid Rusdi dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Malang,” terangnya.

Menurut Faisol, Hamid Rusdi seharusnya berpangkat Letnan Kolonel, namun karena kebijakan pemerintah, pangkatnya diturunkan menjadi Mayor.

“Mungkin untuk mengurangi beban anggaran negara, tetapi di TMP Kota Malang, pangkatnya tetap tercatat sebagai Letnan Kolonel,” ungkapnya.

Kini, perjuangan dan jasa Mayor Hamid Rusdi dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa, khususnya bagi masyarakat Malang. (Saf)

Tags: Kecamatan KedungkandangKelurahan WonokoyoMayor Hamid RusdiWisata AengWisata Kota MalangWonokoyo Central Tourism
Previous Post

TNI Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar Usai Gempa

Next Post

Kelurahan Wonokoyo Bertekad Bangkit, dari Sejarah Perjuangan ke Destinasi Wisata Ekonomi

Related Posts

Safari Subuh Kapolres Majalengka, Warga Usul Zebra Cross dari Arah Cigasong menuju Mambo
Berita

Safari Subuh Kapolres Majalengka, Warga Usul Zebra Cross dari Arah Cigasong menuju Mambo

24 Oktober 2026
Trans Jatim Koridor 2 Malang, Aspirasi Angkot dan Penumpang Jadi Pertimbangan
Berita

Trans Jatim Koridor 2 Malang, Aspirasi Angkot dan Penumpang Jadi Pertimbangan

24 Oktober 2026
Analis Apresiasi Kapolri Ungkap 1,16 Ton Ketamin: Wujud Nyata Polisi Bersama Masyarakat
Berita

Analis Apresiasi Kapolri Ungkap 1,16 Ton Ketamin: Wujud Nyata Polisi Bersama Masyarakat

24 Oktober 2026
Kapolres Majalengka Kerahkan 173 Bhabinkamtibmas Cegah Curanmor dan Bencana
Berita

Kapolres Majalengka Kerahkan 173 Bhabinkamtibmas Cegah Curanmor dan Bencana

24 Oktober 2026
Peziarah Makam Sunan Gresik Meningkat di Hari Santri
Berita

Peziarah Makam Sunan Gresik Meningkat di Hari Santri

23 Oktober 2026
Danrem 083 Gagas Malang Kota Pejuang, Angkat Sejarah TRIP dan Laskar Sabilillah
Berita

Danrem 083 Gagas Malang Kota Pejuang, Angkat Sejarah TRIP dan Laskar Sabilillah

23 Oktober 2026
Next Post
Kelurahan Wonokoyo Bertekad Bangkit, dari Sejarah Perjuangan ke Destinasi Wisata Ekonomi

Kelurahan Wonokoyo Bertekad Bangkit, dari Sejarah Perjuangan ke Destinasi Wisata Ekonomi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Turnamen Mini Soccer Hari Santri Tambakrejo, 8 Sekolah Lolos Babak Lanjutan
  • BEM Unair Cek Kesehatan Gratis Lansia di Ngajum Malang, Diapresiasi Warga
  • Event K-Pop SKJ Summer Bloom di Spencer Green Hotel Batu 15 November
  • Safari Subuh Kapolres Majalengka, Warga Usul Zebra Cross dari Arah Cigasong menuju Mambo
  • Polres Batu Ungkap 8 Kasus Curanmor, 11 Tersangka Ditangkap dalam 12 Jam
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com