email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Kamis, 25 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kisah Mayor Hamid Rusdi, Pejuang Asal Malang yang Gugur di Medan Gerilya

by Syaiful Arif
1 April 2025

JAVASATU.COM-MALANG- Mayor Hamid Rusdi, pahlawan asal Malang, memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Lahir di Pagak, Malang, pada tahun 1911, Hamid Rusdi merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Sejak kecil, ia dikenal memiliki ketertarikan terhadap dunia militer, berbeda dengan teman-teman sebayanya yang lebih menyukai permainan lain.

Ilustrasi. (Foto: Javasatu.com)

Menurut Lettu Faisol, mewakili Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 512/Quratara Yudha, Hamid Rusdi aktif dalam organisasi kepemudaan Ansor, yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

“Di organisasi ini, beliau ditempa dalam pendidikan mental dan nasionalisme,” ujar Faisol, saat Silaturahmi dan Buka Bersama Masyarakat Wonokoyo pada Sabtu (29/3/2025) yang digelar di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Sebelum terjun ke dunia militer, Hamid Rusdi sempat bekerja sebagai sipir di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru, Malang. Saat ada perekrutan anggota militer, ia bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian menjadi Badan Keamanan Rakyat (BKR).

“Karier militernya berkembang pesat hingga mencapai pangkat Mayor dan diangkat sebagai Komandan Batalion 512 pada 28 Mei 1948. Dan beliau menjadi komandan pertama sejak berdiri batalion tersebut,” kata Faisol.

Dalam perjuangannya melawan penjajah, Hamid Rusdi memimpin pasukan gerilya yang bermarkas di Sawojajar. Ia kerap berpindah-pindah lokasi, mulai dari Bululawang, Turen, hingga Singosari dan Pujon.

Namun, perjuangannya berakhir tragis pada 7 Maret 1949 saat ia ditangkap oleh pasukan Belanda di Desa Sekarputih, Wonokoyo.

“Beliau ditangkap bersama beberapa rekannya setelah Belanda mengerahkan dua pleton pasukan,” tutur Faisol.

Keesokan harinya, jenazah Hamid Rusdi ditemukan di sekitar Sungai Kalisari bersama empat pejuang lainnya, yaitu Moesmari, Yunus, Letnan Ismail, dan Abdul Razak.

BacaJuga :

Artmeru Gallery Buka Pameran Perdana di Kota Malang, Tampilkan 22 Perupa Nasional

Jelang Muktamar NU, Gus Yusuf Dinilai Bisa Jadi Pemersatu PBNU

“Kelimanya dimakamkan di Wonokoyo sebelum akhirnya pada 5 Mei 1950, makam Hamid Rusdi dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Malang,” terangnya.

Menurut Faisol, Hamid Rusdi seharusnya berpangkat Letnan Kolonel, namun karena kebijakan pemerintah, pangkatnya diturunkan menjadi Mayor.

“Mungkin untuk mengurangi beban anggaran negara, tetapi di TMP Kota Malang, pangkatnya tetap tercatat sebagai Letnan Kolonel,” ungkapnya.

Kini, perjuangan dan jasa Mayor Hamid Rusdi dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa, khususnya bagi masyarakat Malang. (Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kecamatan KedungkandangKelurahan WonokoyoMayor Hamid RusdiWisata AengWisata Kota MalangWonokoyo Central Tourism

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Artmeru Gallery Buka Pameran Perdana di Kota Malang, Tampilkan 22 Perupa Nasional

Wali Kota Malang Deklarasikan Kolaborasi Digital Nasional di DEAL 2026 Bersama Komdigi

Jelang Muktamar NU, Gus Yusuf Dinilai Bisa Jadi Pemersatu PBNU

Ngaku Orang Gubernur Jatim, Dua Penipu Modus Program UMKM Ditangkap Polisi

Kapolres Gresik: Semangat Pahlawan Harus Hidup dalam Pelayanan Polri

Gandeng SPPG, Kejari Kota Malang Perkuat Gerakan Anti Korupsi

Kota Kediri Resmi Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim 2029

Pemkab Gresik Ingin Uji Emisi Jadi Budaya Warga

Polres Batu Tabur Bunga di TMP Suropati, Kenang Jasa Pahlawan

TP PKK Bakorwil Malang Dukung Gagasan Malang Raya Megapolitan

Prev Next

POPULER HARI INI

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

Polemik Lapak Pasar Karangploso, Bagaimana Aturan Hukumnya?

Kapolres Malang Resmikan Media Center JPM, Jurnalis Pilar Kamtibmas

Bakorwil Malang Gulirkan Gagasan Malang Raya Megapolitan

BERITA LAINNYA

Artmeru Gallery Buka Pameran Perdana di Kota Malang, Tampilkan 22 Perupa Nasional

Wali Kota Malang Deklarasikan Kolaborasi Digital Nasional di DEAL 2026 Bersama Komdigi

Jelang Muktamar NU, Gus Yusuf Dinilai Bisa Jadi Pemersatu PBNU

Ngaku Orang Gubernur Jatim, Dua Penipu Modus Program UMKM Ditangkap Polisi

Kapolres Gresik: Semangat Pahlawan Harus Hidup dalam Pelayanan Polri

Gandeng SPPG, Kejari Kota Malang Perkuat Gerakan Anti Korupsi

Kota Kediri Resmi Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim 2029

Pemkab Gresik Ingin Uji Emisi Jadi Budaya Warga

Polres Batu Tabur Bunga di TMP Suropati, Kenang Jasa Pahlawan

TP PKK Bakorwil Malang Dukung Gagasan Malang Raya Megapolitan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Banner “Usir Mahasewa” di Aksi Dukung MBG, Budayawan: Tak Ada Budaya Usir-Mengusir di Malang

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Pemkab Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kabupaten Malang 2026 Dapat Benih Tebu Rp40 Miliar, Program Dikawal Ketat

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved