email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Tuesday, 21 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kisah Mayor Hamid Rusdi, Pejuang Asal Malang yang Gugur di Medan Gerilya

by Syaiful Arif
1 April 2025

JAVASATU.COM-MALANG- Mayor Hamid Rusdi, pahlawan asal Malang, memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Lahir di Pagak, Malang, pada tahun 1911, Hamid Rusdi merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Sejak kecil, ia dikenal memiliki ketertarikan terhadap dunia militer, berbeda dengan teman-teman sebayanya yang lebih menyukai permainan lain.

Ilustrasi. (Foto: Javasatu.com)

Menurut Lettu Faisol, mewakili Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 512/Quratara Yudha, Hamid Rusdi aktif dalam organisasi kepemudaan Ansor, yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

“Di organisasi ini, beliau ditempa dalam pendidikan mental dan nasionalisme,” ujar Faisol, saat Silaturahmi dan Buka Bersama Masyarakat Wonokoyo pada Sabtu (29/3/2025) yang digelar di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Sebelum terjun ke dunia militer, Hamid Rusdi sempat bekerja sebagai sipir di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru, Malang. Saat ada perekrutan anggota militer, ia bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian menjadi Badan Keamanan Rakyat (BKR).

“Karier militernya berkembang pesat hingga mencapai pangkat Mayor dan diangkat sebagai Komandan Batalion 512 pada 28 Mei 1948. Dan beliau menjadi komandan pertama sejak berdiri batalion tersebut,” kata Faisol.

Dalam perjuangannya melawan penjajah, Hamid Rusdi memimpin pasukan gerilya yang bermarkas di Sawojajar. Ia kerap berpindah-pindah lokasi, mulai dari Bululawang, Turen, hingga Singosari dan Pujon.

Namun, perjuangannya berakhir tragis pada 7 Maret 1949 saat ia ditangkap oleh pasukan Belanda di Desa Sekarputih, Wonokoyo.

“Beliau ditangkap bersama beberapa rekannya setelah Belanda mengerahkan dua pleton pasukan,” tutur Faisol.

Keesokan harinya, jenazah Hamid Rusdi ditemukan di sekitar Sungai Kalisari bersama empat pejuang lainnya, yaitu Moesmari, Yunus, Letnan Ismail, dan Abdul Razak.

BacaJuga :

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

“Kelimanya dimakamkan di Wonokoyo sebelum akhirnya pada 5 Mei 1950, makam Hamid Rusdi dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Malang,” terangnya.

Menurut Faisol, Hamid Rusdi seharusnya berpangkat Letnan Kolonel, namun karena kebijakan pemerintah, pangkatnya diturunkan menjadi Mayor.

“Mungkin untuk mengurangi beban anggaran negara, tetapi di TMP Kota Malang, pangkatnya tetap tercatat sebagai Letnan Kolonel,” ungkapnya.

Kini, perjuangan dan jasa Mayor Hamid Rusdi dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa, khususnya bagi masyarakat Malang. (Saf)

Share this:

  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook

Like this:

Like Loading...
Tags: Kecamatan KedungkandangKelurahan WonokoyoMayor Hamid RusdiWisata AengWisata Kota MalangWonokoyo Central Tourism

Leave a ReplyCancel reply

BERITA TERBARU

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Panglima TNI Ajak DPRD Libatkan TNI Percepat Pembangunan Daerah

Emaskot Apresiasi Langkah Gubernur DKI Bangun PLTSa di Bantargebang

Lapas Malang Perangi HP Ilegal, Pungli dan Narkoba: Tanpa Kompromi

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Perayaan Hari Keris di Bakorwil Malang, Tugu Tirta Gaungkan Inovasi Air Bersih

Kecamatan Bungah Juara Umum MTQ Gresik 2026

Jaga Sumber Air DAS Brantas, 100 Pohon Ditanam di Hulu Kota Batu

Presiden Prabowo Tekankan Persatuan di Hadapan Ketua DPRD se-Indonesia

Prev Next

POPULER HARI INI

Jaga Sumber Air DAS Brantas, 100 Pohon Ditanam di Hulu Kota Batu

Kecamatan Bungah Juara Umum MTQ Gresik 2026

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

BERITA LAINNYA

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Panglima TNI Ajak DPRD Libatkan TNI Percepat Pembangunan Daerah

Emaskot Apresiasi Langkah Gubernur DKI Bangun PLTSa di Bantargebang

Presiden Prabowo Tekankan Persatuan di Hadapan Ketua DPRD se-Indonesia

Pelatihan Juru Masak MBG Batch 3 di Blitar, Peserta Uji Kompetensi Masakan Indonesia

Band Emo Asal Sidoarjo Decemberism Rilis “A Summer Bluer”, tentang Perpisahan

Munas IKAPETE, Prof Masykuri Terpilih Lagi, Targetkan Penguatan Program Nasional

TNI Tegaskan Dua Insiden Penembakan di Papua Berbeda, Tidak Saling Berkaitan

Aksi KKB Tewaskan 12 Orang, Warga Sinak Terpaksa Mengungsi

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda, Atur Parkir hingga Pemajuan Kebudayaan

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d