email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 10 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Jelang Muktamar NU, Gus Yusuf Dinilai Bisa Jadi Pemersatu PBNU

by Syafik Hoo
25 Juni 2026

JAVASATU.COM- Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), nama KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf mulai diperbincangkan sebagai salah satu figur yang dinilai mampu menjadi pemersatu di tengah dinamika bursa calon Ketua Umum Tanfidziyah PBNU. Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang itu disebut memiliki posisi strategis karena berada di tengah berbagai arus dukungan yang berkembang menjelang forum tertinggi NU tersebut.

Ketua IKA PMII Jawa Timur sekaligus mantan Wakil Ketua GP Ansor Jawa Timur, H Muslih Hasyim. (Dok: Pribadi)

Ketua IKA PMII Jawa Timur sekaligus mantan Wakil Ketua GP Ansor Jawa Timur, H Muslih Hasyim, menilai NU membutuhkan sosok yang mampu merangkul seluruh elemen jam’iyah dan tidak terjebak dalam polarisasi yang berpotensi muncul menjelang Muktamar.

“Jika benar terdapat dua kutub yang cukup kuat antara kubu petahana dan kubu yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan, maka munculnya figur dari garis tengah justru dapat menjadi penyejuk. NU membutuhkan kepemimpinan yang tidak terlalu larut dalam polarisasi, tetapi mampu menjadi titik temu bagi seluruh unsur jam’iyyah,” ujar Muslih Hasyim, Kamis (25/6/2026).

Menurut Muslih, Gus Yusuf memiliki modal kuat karena lahir dan tumbuh dari tradisi pesantren, sekaligus memiliki pengalaman organisasi dan politik yang cukup panjang. Kombinasi tersebut dinilai menjadi bekal penting untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu di tengah berbagai tantangan zaman.

“Ia bukan figur yang lahir dari birokrasi negara, bukan pula bagian dari elit politik praktis yang terlalu dominan. Gus Yusuf tumbuh dari rahim pesantren, menjadi pengasuh pondok pesantren, serta memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam organisasi dan dunia politik,” katanya.

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Gus Yusuf dinilai memahami secara langsung kehidupan warga nahdliyin di tingkat akar rumput. Nilai-nilai pesantren seperti tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (tegak lurus) disebut telah membentuk karakter kepemimpinannya.

“Tradisi pesantren yang sarat dengan nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal telah membentuk karakter kepemimpinannya. Modal kultural seperti ini menjadi penting di tengah kebutuhan NU untuk kembali memperkuat peran keulamaan dan basis jam’iyyah,” ungkap Muslih.

BacaJuga :

Jelang Bebas, 20 Warga Binaan Lapas Malang Bersihkan TPU Buring

1.752 Napi Lapas Malang Diusulkan Dapat Remisi, 27 Langsung Bebas

Selain latar belakang pesantren, pengalaman Gus Yusuf di dunia politik juga dinilai menjadi keunggulan tersendiri. Pengalaman tersebut dianggap dapat membantu membangun komunikasi dengan berbagai elemen bangsa tanpa harus menggeser NU dari khittah dan jati dirinya sebagai organisasi keagamaan.

“Dalam sejarahnya, NU selalu melahirkan pemimpin yang mampu berdialog dengan negara, namun tetap menjaga kemandirian organisasi. Politik dipahami sebagai sarana memperjuangkan kemaslahatan, bukan tujuan yang harus mengorbankan marwah jam’iyyah,” jelasnya.

Muslih menegaskan, Muktamar NU bukan sekadar ajang perebutan jabatan atau pertarungan politik organisasi. Forum tersebut harus menjadi ruang musyawarah untuk menentukan pemimpin terbaik yang mampu menjaga persatuan dan keberlangsungan perjuangan NU ke depan.

“Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar, selama tetap dikelola dalam bingkai ukhuwah dan penghormatan terhadap mekanisme organisasi,” tegasnya.

Menurutnya, warga nahdliyin tentu berharap PBNU ke depan dipimpin oleh sosok yang memiliki kedalaman tradisi pesantren, keluasan wawasan kebangsaan, serta kemampuan merangkul seluruh elemen organisasi. Dalam konteks itu, nama Gus Yusuf dinilai layak diperhitungkan sebagai salah satu alternatif kepemimpinan.

“Nama Gus Yusuf layak diperhitungkan sebagai salah satu alternatif yang menawarkan jalan tengah bagi masa depan Nahdlatul Ulama. Dalam tradisi NU, pemimpin terbaik bukanlah mereka yang paling keras bersaing, melainkan mereka yang paling mampu menjaga persatuan jam’iyyah, merawat khidmah para kiai, dan menghadirkan maslahat bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkas Muslih. (hoo/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Jawa TimurNahdlatul UalamaOrganisasi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Jelang Bebas, 20 Warga Binaan Lapas Malang Bersihkan TPU Buring

MUI Gresik Bekali Siswa SMPN 2 soal Bahaya Pergaulan Bebas

1.147 Personel Paspampres Siap Amankan HUT ke-81 RI

1.752 Napi Lapas Malang Diusulkan Dapat Remisi, 27 Langsung Bebas

Polres Gresik Beri Reward 6 Personel dan 2 Warga Berprestasi

KH Abbas Abdul Jamil Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Bupati Majalengka: Ini Perjuangan Jawa Barat

Komisaris Pertamina Geothermal Energy: Ilmu Pengetahuan Jadi Fondasi Peradaban

Partilibur Caravan 2026 di Batu, 105 Performance Musik Tampil di Arena Wahana

Hari Gajah Sedunia 2026 di Malang, Difabel Ikut Suarakan Perlindungan Gajah

NasDem Kota Malang Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Tingkat Bawah

Prev Next

POPULER HARI INI

Reuni AKABRI 1991 35 Tahun Mengabdi, Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Persaudaraan

Komisaris Pertamina Geothermal Energy: Ilmu Pengetahuan Jadi Fondasi Peradaban

KH Abbas Abdul Jamil Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Bupati Majalengka: Ini Perjuangan Jawa Barat

NasDem Kota Malang Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Tingkat Bawah

Partilibur Caravan 2026 di Batu, 105 Performance Musik Tampil di Arena Wahana

BERITA LAINNYA

Jelang Bebas, 20 Warga Binaan Lapas Malang Bersihkan TPU Buring

MUI Gresik Bekali Siswa SMPN 2 soal Bahaya Pergaulan Bebas

1.147 Personel Paspampres Siap Amankan HUT ke-81 RI

1.752 Napi Lapas Malang Diusulkan Dapat Remisi, 27 Langsung Bebas

Polres Gresik Beri Reward 6 Personel dan 2 Warga Berprestasi

KH Abbas Abdul Jamil Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Bupati Majalengka: Ini Perjuangan Jawa Barat

Komisaris Pertamina Geothermal Energy: Ilmu Pengetahuan Jadi Fondasi Peradaban

Partilibur Caravan 2026 di Batu, 105 Performance Musik Tampil di Arena Wahana

Hari Gajah Sedunia 2026 di Malang, Difabel Ikut Suarakan Perlindungan Gajah

NasDem Kota Malang Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Tingkat Bawah

Prev Next

POPULER MINGGU INI

OPINI: Malang Raya Megapolitan, Dari Fragmentasi Menuju Integrasi Kawasan

Budidaya Ikan Bioflok Senggreng Malang Ubah Pola Tebar untuk Tekan Biaya

Bupati Malang Lantik 166 Pejabat, Tekankan Integritas dan Kerja 5K

Nabung 2 Tahun, Warga Perumahan Banjararum Asri Singosari Berangkat Melali ke Bali

Reuni AKABRI 1991 35 Tahun Mengabdi, Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Persaudaraan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved