email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 10 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

KH Abbas Abdul Jamil Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Bupati Majalengka: Ini Perjuangan Jawa Barat

by Eko Widiantoro
10 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan ulama besar asal Jawa Barat, KH Abbas Abdul Jamil, sebagai Pahlawan Nasional. Pengusulan tersebut diperkuat penelitian sejarah dan penelusuran puluhan sumber primer terkait kiprah KH Abbas dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Bupati Majalengka Eman Suherman saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional KH Abbas Abdul Jamil di Aula MA Unggulan Amanatul Ummah 02 Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. (Foto: Dok. Diskominfo Majalengka)

Dukungan itu disampaikan Bupati Majalengka Eman Suherman saat menghadiri Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional KH Abbas Abdul Jamil di Aula MA Unggulan Amanatul Ummah 02 Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Minggu (9/8/2026).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Majalengka, saya menyatakan dukungan dan komitmen penuh terhadap upaya pengusulan KH Abbas Abdul Jamil sebagai Pahlawan Nasional. Perjuangan ini adalah perjuangan Jawa Barat dan menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Eman.

Seminar tersebut mempertemukan tokoh masyarakat, ulama dan akademisi dari wilayah Ciayumajakuning. Hadir sebagai narasumber Guru Besar Sejarah Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), Prof. Dr. Usep Abdul Matin, serta Ketua Umum Pergunu Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, M.A.

Disebut Pimpin Laskar Santri dalam Perjuangan Surabaya

Eman mengatakan pengusulan KH Abbas bukan sekadar upaya memberikan penghargaan kepada tokoh masa lalu. Menurutnya, proses tersebut penting untuk meneguhkan kembali sejarah perjuangan bangsa dan kontribusi ulama serta santri dalam mempertahankan kemerdekaan.

KH Abbas Abdul Jamil yang dikenal sebagai pengasuh Buntet Pesantren Cirebon disebut tampil dalam perjuangan setelah Resolusi Jihad dan memimpin laskar santri Jawa Barat dalam rangkaian perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

Selain perjuangan di medan perang, KH Abbas juga dikenal mendorong pembaruan pendidikan pesantren dengan memasukkan pengetahuan umum dalam sistem pendidikan sejak dekade 1920-an.

Berdasarkan telaah TP2GP, KH Abbas Abdul Jamil disebut termasuk calon Pahlawan Nasional yang dinilai memenuhi persyaratan pengusulan.

“Buku yang kita bedah hari ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan ikhtiar peradaban untuk menempatkan seorang pahlawan pada tempat yang selayaknya,” kata Eman.

Eman mengajak generasi muda dan santri meneladani perjuangan KH Abbas, termasuk nilai hubbul wathan minal iman atau kecintaan terhadap tanah air sebagai bagian dari keimanan.

Bukan Sekadar Mengejar Gelar

Ketua Umum Pergunu Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim mengatakan pengusulan KH Abbas sebagai Pahlawan Nasional tidak dimaksudkan semata-mata untuk mengejar penghargaan.

Menurut Asep, KH Abbas dan ayahnya, KH Abdul Chalim, yang telah lebih dahulu dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, merupakan sahabat seperjuangan yang berjuang untuk kemerdekaan tanpa mengharapkan gelar.

“KH Abbas dan KH Abdul Chalim adalah sahabat seperjuangan yang tidak mencari gelar. Keduanya berjuang untuk kemerdekaan, bukan untuk dikenang. Tapi sebagai generasi penerus, kita wajib menghormati jasa beliau,” kata Asep.

Karena itu, proses pengusulan dilakukan dengan memperkuat penelitian sejarah. Akademisi dan sarjana dilibatkan untuk menelusuri berbagai sumber, terutama sumber primer yang dapat memperkuat rekam jejak perjuangan KH Abbas.

“Insya Allah, dengan lebih dari 67 sumber primer yang telah kami kumpulkan, tahun ini KH Abbas layak dan harus diakui sebagai Pahlawan Nasional,” ujarnya.

Asep menilai pengakuan tersebut nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga besar pesantren, tetapi juga masyarakat Cirebon, Majalengka dan Jawa Barat.

Telusuri Peran KH Abbas di Pertempuran Surabaya

Prof. Usep Abdul Matin mengatakan penelitian mengenai kiprah KH Abbas Abdul Jamil telah dilakukan sejak 2024. Ia kembali dipercaya menjadi Ketua TP2GP dalam proses penelitian tersebut.

“Ini yang ketiga kalinya saya sebagai ketua, dari 2024, 2025, dan 2026,” kata Usep.

Menurut Usep, salah satu bagian penting dalam rekam jejak KH Abbas adalah perannya dalam rangkaian peristiwa menuju Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia menghadapi ancaman kedatangan pasukan Sekutu yang diboncengi kepentingan Belanda. Dalam situasi tersebut, jaringan ulama dan santri turut mengambil peran mempertahankan kemerdekaan.

Usep menyebut KH Abbas memiliki peran dalam menentukan momentum serangan yang kemudian berlangsung pada 10 November 1945.

“Almarhum KH Abbas memiliki peran dalam menentukan momentum serangan pada 10 November 1945,” ujarnya.

Menurut Usep, pada 6 November 1945, KH Abbas menggelar musyawarah bersama keluarga, para kiai dan santrinya untuk menentukan pemimpin ulama dan santri yang akan terlibat dalam perjuangan di Surabaya.

KH Abbas kemudian berangkat bersama putranya, KH Abdullah Abbas, serta para santri menuju Tebuireng, Jombang. Dari rangkaian peristiwa tersebut, KH Abbas disebut memberikan arahan agar serangan dilakukan pada pagi hari 10 November 1945.

“KH Abbas mengatakan, besok subuh harus kita serang. Artinya besok subuh itu 10 November 1945,” kata Usep.

Keputusan tersebut dinilai memiliki arti strategis. Pasukan perjuangan bergerak menuju pusat Kota Surabaya, sementara kekuatan lainnya ditempatkan di sejumlah wilayah pinggiran untuk menghadapi pergerakan lawan.

Tanggal 10 November kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

Dokumen Kolonial Belanda Jadi Bukti

TP2GP juga menelusuri aktivitas perjuangan KH Abbas jauh sebelum 1945. Usep menyebut kelengkapan sumber sejarah menjadi salah satu kekuatan dalam proses pengusulan tersebut.

“Pengusulan KH Abbas Abdul Jamil ini paling lengkap sumber primernya. Dari 95, 74-nya sumber primer dan 23-nya sumber sekunder,” ujar Usep.

Salah satu sumber yang dikaji berupa dokumen dan laporan dari lingkungan pemerintahan kolonial Belanda. Dalam sejumlah dokumen tersebut, KH Abbas disebut sebagai tokoh yang dianggap berbahaya bagi kepentingan pemerintah Hindia Belanda.

Jejak perjuangan itu antara lain berkaitan dengan aktivitas KH Abbas sebagai pemimpin Tarekat Tijaniyah. Menurut Usep, dokumen kolonial memperlihatkan jaringan keagamaan dan pesantren yang dipimpin KH Abbas dipandang sebagai kekuatan yang berpotensi melahirkan perlawanan terhadap pemerintah kolonial.

“Kalau musuh yang mengatakan, kan kuat. Berbeda kalau yang di dalam,” katanya.

Dokumen lain juga mencatat aktivitas Tarekat Tijaniyah yang dipimpin KH Abbas serta penyebarannya di tengah masyarakat. Bagi TP2GP, temuan tersebut menunjukkan perjuangan KH Abbas tidak baru dimulai ketika perang mempertahankan kemerdekaan pecah pada 1945.

Pesantren dan NU Jadi Basis Perjuangan

Jejak perjuangan KH Abbas juga tidak terlepas dari jaringan pesantren, ulama dan Nahdlatul Ulama. Menurut Usep, jaringan tersebut dimanfaatkan untuk membangun kader sekaligus menjaga semangat perjuangan masyarakat.

Pada masa pendudukan Jepang, KH Abbas tercatat pernah berada dalam sejumlah lembaga yang dibentuk pemerintah pendudukan. Menurut Usep, posisi tersebut perlu dilihat dalam konteks strategi perjuangan pada masa itu.

KH Abbas juga disebut terhubung dengan jaringan perjuangan bersenjata, termasuk Hizbullah dan Sabilillah. Ia juga disebut terlibat dalam Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai bagian dari jaringan ulama Jawa Barat.

“Jadi sampai akhir hayatnya terus menggunakan jaringan NU, jaringan pesantren, kesejawatan dengan teman-temannya, kiai dan santri untuk meraih kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan,” ujar Usep.

KH Abbas Wafat pada 1947

KH Abbas Abdul Jamil lahir pada 1883 dan wafat pada 1947. Ia merupakan salah satu ulama penting dari lingkungan Buntet Pesantren, Cirebon.

BacaJuga :

Komisaris Pertamina Geothermal Energy: Ilmu Pengetahuan Jadi Fondasi Peradaban

Hari Gajah Sedunia 2026 di Malang, Difabel Ikut Suarakan Perlindungan Gajah

Namanya tercatat dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan, khususnya rangkaian Pertempuran Surabaya pada November 1945. Kiprahnya juga mencakup pendidikan pesantren, kaderisasi santri serta penguatan jaringan ulama dan masyarakat.

Salah satu bagian yang turut menjadi bahan kajian adalah keberadaan Laskar Asybal yang melibatkan anak-anak dan remaja dalam jaringan perjuangan pada masa revolusi.

Kini, jejak perjuangan tersebut tengah dirangkai kembali melalui penelitian akademik dan penelusuran sumber sejarah sebagai bagian dari proses pengusulan KH Abbas Abdul Jamil untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional. (eko/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Bupati MajalengkaJawa BaratKabupaten MajalengkaPahlawan NasionalPemkab Majalengka

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

KH Abbas Abdul Jamil Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Bupati Majalengka: Ini Perjuangan Jawa Barat

Komisaris Pertamina Geothermal Energy: Ilmu Pengetahuan Jadi Fondasi Peradaban

Partilibur Caravan 2026 di Batu, 105 Performance Musik Tampil di Arena Wahana

Hari Gajah Sedunia 2026 di Malang, Difabel Ikut Suarakan Perlindungan Gajah

NasDem Kota Malang Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Tingkat Bawah

Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Dukun Gresik Meriah, UMKM Ikut Kecipratan Rezeki

Malang Solidarity Sky Fest 2026 Sukses Digelar, Dorong Kreativitas dan UMKM

TransNusa Buka Jakarta-Bangkok, Bisa Lanjut ke Banyak Destinasi Dunia

Reuni AKABRI 1991 35 Tahun Mengabdi, Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Persaudaraan

Kapolri Jadi Anggota Kehormatan Tapak Suci, Sinergi Polri dan Masyarakat Diperkuat

Prev Next

POPULER HARI INI

Reuni AKABRI 1991 35 Tahun Mengabdi, Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Persaudaraan

Nabung 2 Tahun, Warga Perumahan Banjararum Asri Singosari Berangkat Melali ke Bali

Junrejo Culture Carnival 2026 Meriah, Budaya dan ‘Sound Horeg’ Berpadu

OPINI: Malang Raya Megapolitan, Dari Fragmentasi Menuju Integrasi Kawasan

NasDem Kota Malang Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Tingkat Bawah

BERITA LAINNYA

KH Abbas Abdul Jamil Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Bupati Majalengka: Ini Perjuangan Jawa Barat

Komisaris Pertamina Geothermal Energy: Ilmu Pengetahuan Jadi Fondasi Peradaban

Partilibur Caravan 2026 di Batu, 105 Performance Musik Tampil di Arena Wahana

Hari Gajah Sedunia 2026 di Malang, Difabel Ikut Suarakan Perlindungan Gajah

NasDem Kota Malang Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Tingkat Bawah

Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Dukun Gresik Meriah, UMKM Ikut Kecipratan Rezeki

Malang Solidarity Sky Fest 2026 Sukses Digelar, Dorong Kreativitas dan UMKM

TransNusa Buka Jakarta-Bangkok, Bisa Lanjut ke Banyak Destinasi Dunia

Reuni AKABRI 1991 35 Tahun Mengabdi, Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Persaudaraan

Kapolri Jadi Anggota Kehormatan Tapak Suci, Sinergi Polri dan Masyarakat Diperkuat

Prev Next

POPULER MINGGU INI

OPINI: Malang Raya Megapolitan, Dari Fragmentasi Menuju Integrasi Kawasan

Budidaya Ikan Bioflok Senggreng Malang Ubah Pola Tebar untuk Tekan Biaya

Bupati Malang Lantik 166 Pejabat, Tekankan Integritas dan Kerja 5K

Nabung 2 Tahun, Warga Perumahan Banjararum Asri Singosari Berangkat Melali ke Bali

Reuni AKABRI 1991 35 Tahun Mengabdi, Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Persaudaraan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved