JAVASATU.COM- Kapolres Malang AKBP Mohammad Taat Rizki meresmikan Media Center Jurnalis Pos Malang (JPM) yang telah selesai direnovasi di Mapolres Malang, Rabu (24/6/2026).
Kehadiran fasilitas yang lebih representatif itu diharapkan dapat mendukung kerja para jurnalis dalam menyajikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat.
Renovasi Media Center JPM mendapat dukungan dari DPC Hiswana Migas Malang.

Menurut AKBP Taat Rizki, keberadaan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, hingga menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Media ini menjadi mitra yang luar biasa. Di era informasi seperti saat ini, kehadiran rekan-rekan jurnalis menjadi pilar penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, menumbuhkan kesadaran hukum, sekaligus mengedukasi masyarakat,” kata AKBP Mohammad Taat Rizki.
Kapolres mengungkapkan, keputusan merenovasi Media Center JPM berangkat dari kondisi ruangan sebelumnya yang dinilai kurang representatif. Padahal, para jurnalis menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja dan mengolah informasi.
“Saat pertama datang, saya melihat teman-teman bekerja dari pagi sampai malam di ruangan ini. Menurut saya masih kurang nyaman. Karena itu saya berniat membuat ruangan ini lebih representatif agar rekan-rekan dapat bekerja lebih nyaman dan betah dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.
AKBP Taat juga mengakui selama bertugas di Kabupaten Malang dirinya banyak terbantu oleh peran media dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat secara objektif dan profesional.
“Saya sangat terbantu oleh keberadaan rekan-rekan jurnalis. Mereka menjadi penghubung antara Polres dan masyarakat. Situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Malang salah satunya merupakan hasil kerja sama yang baik dengan media,” tegasnya.
Ia berharap sinergitas antara Polres Malang dan insan pers dapat terus terjaga demi mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Malang H. Ahmad Bashori mengatakan dukungan terhadap renovasi Media Center Jurnalis Pos Malang merupakan bentuk komitmen membangun sinergi antara dunia usaha, aparat keamanan, dan insan pers.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
“Kami berharap sinergi antara Polres Malang, insan pers, dan dunia usaha terus terjalin dengan baik. Kehadiran Media Center ini diharapkan dapat mendukung rekan-rekan jurnalis dalam menyampaikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat, sekaligus membantu menciptakan situasi yang kondusif dan mendukung kelancaran distribusi energi di Malang,” kata H. Ahmad Bashori.
Sementara itu, Ketua Jurnalis Pos Malang (JPM) periode 2026-2028 Imron Haqiqi menyampaikan apresiasi atas dukungan Polres Malang dan DPC Hiswana Migas Malang terhadap renovasi Media Center JPM.
Menurutnya, fasilitas yang lebih representatif tersebut menjadi penyemangat bagi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan dan menjalankan fungsi pers secara profesional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Malang dan Ketua DPC Hiswana Migas Malang beserta seluruh jajaran atas dukungan yang luar biasa terhadap Media Center JPM. Fasilitas yang lebih nyaman ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” kata Imron Haqiqi.
Imron menegaskan, JPM akan terus menjaga sinergitas dengan Polres Malang, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Malang.
“Kepercayaan dan perhatian yang diberikan kepada kami menjadi amanah untuk terus menjaga profesionalisme serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Kami berharap Media Center ini dapat menjadi rumah bersama bagi insan pers untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan turut berkontribusi dalam menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya. (agb/nuh)