JAVASATU.COM- SD Sunan Giri di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, menggelar perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) untuk memperingati Hari Pramuka ke-65, Jumat (14/8/2026) malam. Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas 5 dan 6 bersama jajaran guru.

Kegiatan perkemahan tidak sekadar menjadi agenda peringatan Hari Pramuka. Sekolah memanfaatkannya sebagai sarana melatih kemandirian, kedisiplinan dan keberanian siswa melalui pengalaman hidup di luar lingkungan rumah.
“Pramuka merupakan ekstrakurikuler wajib di sekolah. Melalui kegiatan perkemahan ini, kami ingin mendidik anak-anak agar lebih mandiri dan berprestasi,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Kurikulum SD Sunan Giri, Sugeng, saat ditemui di lokasi kegiatan, Jumat malam (14/8/2026).
Berbagai kegiatan digelar selama perkemahan, mulai dari upacara peringatan Hari Pramuka, api unggun, pentas seni dan atraksi siswa hingga renungan suci.

Pentas seni menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan peserta. Setiap kelas telah mempersiapkan penampilan selama sekitar dua pekan sebelum kegiatan berlangsung.
“Masing-masing kelas sudah menyiapkan atraksinya jauh-jauh hari. Atraksi ini juga dinilai dan ada juara untuk penampilan terbaik, sehingga anak-anak sangat antusias dan berlomba-lomba memberikan yang terbaik,” kata Sugeng.
Menurut Sugeng, pengalaman bermalam di lokasi perkemahan menjadi bagian penting dalam melatih kemandirian siswa. Anak-anak dituntut beradaptasi dengan kondisi yang berbeda dari keseharian mereka di rumah.
“Jika biasanya di rumah mereka tidur nyaman di kamar, di sini mereka tidur dengan fasilitas seadanya. Harapan kami, ini bisa melatih kemandirian dan memberikan pengalaman baru bagi anak-anak,” ujarnya.
SD Sunan Giri merupakan sekolah swasta berbasis pendidikan Islam yang berada di Desa Ngebruk. Peserta didiknya tidak hanya berasal dari desa sekitar sekolah, tetapi juga dari sejumlah wilayah di Kecamatan Sumberpucung hingga kecamatan lain.
Sugeng menyebut jumlah siswa SD Sunan Giri saat ini mencapai 524 orang, mulai kelas 1 hingga kelas 6.
“Jumlahnya mulai dari kelas satu hingga kelas enam sebanyak 524 pelajar,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Perjusa tersebut, sekolah berharap siswa tidak hanya memahami nilai-nilai kepramukaan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya melalui pengalaman, kerja sama dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. (agb/arf)