JAVASATU.COM- Mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang didorong aktif menjadi penggerak nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Peran mahasiswa dinilai penting untuk menghadapi tantangan seperti hoaks, intoleransi, ujaran kebencian, polarisasi, hingga disrupsi teknologi.

Hal itu disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNIRA Malang Dr. Hasan Bisri, M.Pd., dalam kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila bertema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” di Aula Gedung KH Moh. Said Lantai 3 UNIRA Malang, Kabupaten Malang, Selasa (29/9/2026).
“Pancasila bukan lima nilai yang berdiri sendiri, melainkan satu kesatuan nilai kebangsaan,” ujar Hasan.
Menurut Hasan, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pandangan hidup dan ideologi terbuka yang menjadi pedoman masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
Ia menilai lima sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan nilai yang saling berkaitan. Nilai tersebut juga tidak terlepas dari budaya, adat, serta nilai agama yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Hasan menekankan, Pancasila memiliki peran penting sebagai titik temu di tengah keberagaman Indonesia. Perbedaan suku, agama, bahasa, dan budaya tidak harus diseragamkan, tetapi dikelola melalui persatuan, musyawarah, dan gotong royong.
Dalam konteks kehidupan mahasiswa, pengamalan Pancasila dinilai tidak cukup berhenti pada slogan. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, integritas, kepedulian sosial, kecintaan terhadap tanah air, serta karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tantangan di ruang digital juga menjadi perhatian. Hasan menyoroti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, polarisasi, disrupsi teknologi, krisis keteladanan, dan melemahnya semangat gotong royong sebagai persoalan yang perlu dihadapi bersama.
Karena itu, relawan Gerakan Kebajikan Pancasila didorong menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Mereka juga diharapkan aktif menyebarkan konten positif, meningkatkan literasi digital, membuka ruang dialog lintas identitas, serta menginisiasi kegiatan sosial bersama masyarakat.
“Berbeda bukan alasan untuk berhenti, Pancasila menyatukan kita sampai nanti,” pungkas Hasan.
Kegiatan tersebut digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komisi XIII DPR RI bekerja sama dengan UNIRA Malang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi XIII DPR RI Dr. Ahmad Basarah, S.H., M.H., Sekretaris Utama sekaligus Plt Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Dr. Tonny Agung Arifianto, S.E., M.A.B., serta Rektor UNIRA Malang H. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Ph.D.
Penguatan pembinaan ideologi Pancasila tersebut diarahkan untuk mendorong mahasiswa dan masyarakat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman. (agb/arf)