JAVASATU.COM- Kemerdekaan Indonesia tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga harus diwujudkan dalam kehidupan setiap individu dengan membangun manusia yang mandiri, bebas dari berbagai bentuk ketergantungan duniawi, dan hanya bergantung kepada Tuhan.

Pandangan itu disampaikan Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A., Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Menurut Ahmad Barizi, Indonesia akan benar-benar berdaulat apabila masyarakatnya terbebas dari berbagai bentuk penjajahan, terutama dalam bidang politik dan ekonomi.
“Manusia merdeka adalah manusia yang mandiri, yang lepas dari berbagai ketergantungan duniawi kecuali kepada Tuhan,” ujarnya, Senin (17/8/2026).
Dalam perspektif Islam, kata Ahmad Barizi, tauhid menjadi fondasi utama kemerdekaan manusia. Keyakinan kepada Allah membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia, hawa nafsu, materi maupun kekuasaan.
Namun, kemerdekaan tidak berarti kebebasan tanpa aturan dan adab. Kebebasan harus berjalan bersama tanggung jawab. Masyarakat memiliki hak menyampaikan pendapat dan kritik terhadap kebijakan yang dinilai belum memenuhi rasa keadilan.
Hal itu, lanjutnya, semakin penting di lingkungan kampus. Nalar kritis harus terus hidup untuk menguji berbagai kebijakan agar tetap relevan dengan kepentingan masyarakat.
Ahmad Barizi juga menegaskan bahwa adil dan makmur merupakan cita-cita penting dalam kehidupan berbangsa. Keadilan tidak boleh hanya berpihak kepada diri sendiri atau kelompok tertentu, tetapi harus mencakup seluruh manusia dan alam.
Sementara itu, kemakmuran semestinya tidak hanya diukur dari aspek materi. Kemakmuran harus menghadirkan kecukupan, ketenangan dan kebahagiaan bagi masyarakat.
Pada akhirnya, Ahmad Barizi menekankan bahwa manusia merdeka bukanlah manusia yang paling kaya ataupun paling berkuasa. Kemerdekaan sejati justru terletak pada kebebasan hati dari ketergantungan kepada selain Allah.
“Manusia merdeka adalah manusia yang paling kaya hati dan paling bebas dari selain Allah. Kemerdekaan sejati adalah ketika hati kita hanya bergantung kepada-Nya,” pungkasnya.
Menurut Prof Ahmad Barizi, dari manusia yang merdeka secara spiritual itulah diharapkan lahir kemandirian dalam bidang politik, budaya dan ekonomi. Kemandirian tersebut menjadi salah satu fondasi untuk mewujudkan Indonesia yang benar-benar berdaulat, adil dan makmur. (ery/arf)