JAVASATU.COM- Yayasan OT Peduli mengirim bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan gelombang pertama dikirim kurang dari 24 jam setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

Bantuan berupa makanan dan minuman dalam kemasan tiba di PMI Kabupaten Sikka, Maumere, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Bantuan diterima perwakilan PMI Kabupaten Sikka, Irman, untuk selanjutnya disalurkan ke posko-posko pengungsian.
“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Melalui OT Peduli, kami berupaya memberikan bantuan awal yang dapat dengan segera dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan keluarga yang terdampak,” ujar Donny, Director & Chief Operating Officer OT Group.
Pengiriman bantuan dilakukan sebagai respons awal terhadap kondisi warga yang terdampak gempa. OT Peduli juga mengantisipasi potensi kekurangan pangan akibat gangguan akses transportasi di sejumlah wilayah.
“Kami menyadari bahwa bantuan ini masih terbatas, namun kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang saat ini tengah menghadapi situasi sulit,” katanya.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah NTT, termasuk Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Alor, dan Lembata.
OT Peduli berkoordinasi dengan jaringan di sekitar wilayah terdampak untuk mempercepat penyaluran bantuan. Bantuan yang telah tiba di PMI Kabupaten Sikka akan diteruskan ke wilayah yang membutuhkan melalui posko-posko pengungsian.
Selain menyalurkan bantuan tahap awal, OT Peduli terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Koordinasi dengan pihak terkait dilakukan untuk memetakan kebutuhan warga dan menentukan dukungan berikutnya.
“Kami memahami bahwa dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat dapat berubah dengan cepat. Karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan pihak di lapangan agar bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutur Donny. (nuh)