email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Rabu, 9 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kenapa Ratusan Santri Gowes dari Gresik ke Ponpes Kranji Lamongan? Ini Sejarahnya

by Syafik Hoo
16 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Ratusan santri mengayuh sepeda (gowes) dari Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al-Karimi Tebuwung, Kecamatan Dukun, Gresik, menuju Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah (Tabah) Kranji, Lamongan, Minggu (16/8/2026). Perjalanan sekiaar 8 kilometer itu bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan napak tilas untuk mengenang perjuangan KH Musthofa bin Abdul Karim.

Ratusan santri mengayuh sepeda (gowe) dari Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al-Karimi Tebuwung, Kecamatan Dukun, Gresik, menuju Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah (Tabah) Kranji, Lamongan, Minggu (16/8/2026). (Foto: M.Syafik)

Gowes tersebut menjadi bagian dari rangkaian Haul ke-78 KH Musthofa bin Abdul Karim. Ia dikenal sebagai putra pendiri Ponpes Al-Karimi Tebuwung sekaligus tokoh yang merintis Ponpes Tabah Kranji, sehingga perjalanan dari Tebuwung menuju Kranji memiliki kaitan erat dengan sejarah kedua pesantren.

Peserta berasal dari santri Ponpes Tabah Kranji, santri Ponpes Al-Karimi Tebuwung, serta masyarakat umum. Mereka mengikuti perjalanan dengan antusias, termasuk menggunakan sepeda onthel yang menjadi bagian dari simbol napak tilas perjuangan tokoh yang mereka teladani.

Ketua Yayasan Ponpes Tabah, KH Fathur Rahman, mengatakan napak tilas tersebut terus dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan KH Musthofa sekaligus menjaga hubungan antara keluarga besar Ponpes Tabah dan Ponpes Al-Karimi.

“Alhamdulillah bisa istikamah dalam penyelenggaraan napak tilas Mbah Musthofa di Ponpes Al-Karimi hari ini. Ini juga bagian dari silaturahmi keluarga kedua pondok. Semoga membawa berkah dan barokah,” kata Fathur Rahman.

Hubungan KH Musthofa dengan kedua pesantren menjadi alasan utama rute napak tilas tersebut dipertahankan. Kegiatan tidak hanya mengajak santri berolahraga, tetapi juga mengenalkan kembali sejarah perjuangan pendiri dan perintis pesantren kepada generasi muda.

Perjalanan sekitar 8 kilometer itu menjadi simbol keteguhan dalam berdakwah. Para santri diajak meneladani semangat KH Musthofa dalam menempuh perjuangan untuk menyebarkan ilmu agama dan mengembangkan pendidikan Islam.

BacaJuga :

Bukan Sekadar Layani BBM, Operator SPBU Malang Raya Ditempa soal Karakter

SSDN P4N Angkatan 70 Bahas Ketahanan Energi di Wonosobo

Selain nilai perjuangan, napak tilas juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi dua keluarga besar pesantren. Hubungan antara Ponpes Al-Karimi Tebuwung dan Ponpes Tabah Kranji terus dirawat melalui kegiatan yang mempertemukan santri, pengasuh, pengurus yayasan, dan keluarga pesantren.

Fathur Rahman juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Ponpes Al-Karimi karena setiap pelaksanaan napak tilas pihaknya turut merepotkan tuan rumah.

“Kami setiap tahun dalam kegiatan napak tilas selalu ngriwuk, merepotkan keluarga Ponpes Al-Karimi. Untuk itu kami mewakili Ponpes Tabah nyuwun pangapunten sebesar-besarnya. Semoga semuanya diganti oleh Allah dengan rezeki seluas-luasnya untuk Ponpes Al-Karimi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua YPP Al-Karimi KH Murtadlo Abdullah menyambut peserta napak tilas dari Ponpes Tabah Kranji. Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat hubungan kedua keluarga besar pesantren.

“Selamat datang, ahlan wasahlan bikhudlurikum di Al-Karimi kepada peserta napak tilas Pondok Kranji. Semoga silaturahim ini bisa memperkuat hubungan antar keluarga pondok pesantren,” ujar Murtadlo.

Murtadlo juga meminta maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan selama kegiatan berlangsung.

“Bila ada sesuatu yang kurang berkenan, baik dalam melayani, menyambut, tempat kegiatan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga perjalanan napak tilas rangkaian haul Mbah Musthofa berjalan lancar sesuai dengan harapan bersama,” katanya.

Rangkaian kegiatan dimulai di halaman Gedung Timur YPP Al-Karimi Tebuwung. Acara diawali pembacaan doa wasilah untuk para masyayikh dari keluarga besar Ponpes Tabah dan Al-Karimi, kemudian dilanjutkan tahlil dan doa yang dipimpin KH Abdul Muhshi, Pengasuh Ponpes Al-Karimi.

Pemberangkatan peserta napak tilas dipimpin Gus Musfis Salam, salah satu pengasuh Ponpes Al-Karimi. Para peserta kemudian menempuh perjalanan menuju Ponpes Tabah Kranji, Lamongan.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir pengurus YPP Al-Karimi, jajaran pengurus Yayasan Ponpes Tabah, pengurus Ikbal Tabah, para bunyai dari kedua keluarga pondok, Kepala Desa Tebuwung, guru kedua pesantren, serta kepala sekolah dan madrasah di lingkungan YPP Al-Karimi.

Napak tilas tersebut menjadi cara generasi muda pesantren mengenang perjalanan KH Musthofa bin Abdul Karim sekaligus merawat hubungan historis antara Tebuwung, Gresik, dan Kranji, Lamongan. (hoo/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: GowesKabupaten GresikKabupaten LamonganPesantren

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Bukan Sekadar Layani BBM, Operator SPBU Malang Raya Ditempa soal Karakter

Kebakaran Dapur Gizi RSSA Malang, Kerugian Ditaksir Rp900 Juta

Satreskrim Polres Malang Ungkap 44 Kasus 3C, Raih Peringkat I Polda Jatim

Susur Sungai Bango, Kapolresta Malang Kota Dorong Sinergi Jaga Sumber Air

SSDN P4N Angkatan 70 Bahas Ketahanan Energi di Wonosobo

TransNusa Buka Rute Bali-Phuket Nonstop, Mulai Rp2,3 Juta

Warga Tebuwung Gelar Cendrawasih Bersholawat, Semarakkan HUT RI

FAJI Kota Batu Borong Gelar di Kejurprov Arung Jeram Jatim

Polresta Malang Kota Kawal BBM, Cegah Penimbunan dan Penyalahgunaan

KOPRI PMII Soroti Antrean BBM di Jatim, Minta Distribusi Lebih Optimal

Prev Next

POPULER HARI INI

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

BERITA LAINNYA

Bukan Sekadar Layani BBM, Operator SPBU Malang Raya Ditempa soal Karakter

Kebakaran Dapur Gizi RSSA Malang, Kerugian Ditaksir Rp900 Juta

Satreskrim Polres Malang Ungkap 44 Kasus 3C, Raih Peringkat I Polda Jatim

Susur Sungai Bango, Kapolresta Malang Kota Dorong Sinergi Jaga Sumber Air

SSDN P4N Angkatan 70 Bahas Ketahanan Energi di Wonosobo

TransNusa Buka Rute Bali-Phuket Nonstop, Mulai Rp2,3 Juta

Warga Tebuwung Gelar Cendrawasih Bersholawat, Semarakkan HUT RI

FAJI Kota Batu Borong Gelar di Kejurprov Arung Jeram Jatim

Polresta Malang Kota Kawal BBM, Cegah Penimbunan dan Penyalahgunaan

KOPRI PMII Soroti Antrean BBM di Jatim, Minta Distribusi Lebih Optimal

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved