JAVASATU.COM- Ratusan warga Desa Bulangan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, turun ke Waduk Srumbung untuk menangkap ikan dengan tangan kosong dalam tradisi ‘Ngubek Srumbung’, Minggu (16/8/2026). Tradisi tahunan ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjaga budaya lokal yang diwariskan turun-temurun.

Selama 15 menit pertama, seluruh peserta wajib menangkap ikan tanpa menggunakan alat bantu. Setelah itu, warga baru diperbolehkan memakai alat tangkap tradisional seperti serok atau jaring kecil.
“Alhamdulillah, hasil tebar bibit sejak beberapa bulan lalu kini bisa dinikmati bersama. Semoga kebersamaan ini terus menjaga kerukunan antarwarga,” ujar Pj Kepala Desa Bulangan, Heru Budi Setiawan.
Waduk Srumbung sebelumnya dikuras sebelum tradisi dimulai. Setelah air surut, warga dari anak-anak hingga orang dewasa beramai-ramai masuk ke waduk untuk mencari ikan mujair, bandeng, patin atau jambal, kutok, hingga tombro yang telah dipelihara selama beberapa bulan.
Menurut Heru, Ngubek Srumbung tidak sekadar menjadi kegiatan hiburan atau berebut ikan. Tradisi tersebut juga menjadi ajang silaturahmi warga serta bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat desa.
“Ini bukan sekadar berebut ikan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan bagian dari upaya ketahanan pangan warga Desa Bulangan,” katanya.
Suasana waduk berubah menjadi riuh ketika warga mulai mengejar ikan yang bergerak di dasar waduk. Banyak peserta membawa pulang hasil tangkapan untuk dikonsumsi bersama keluarga, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan dalam kegiatan syukuran sedekah bumi.

Salah satu peserta, Wafa, siswa kelas 5 MI Miftahul Ulum Bulangan, mengaku senang bisa mengikuti tradisi tersebut bersama warga. Ia bahkan berhasil membawa pulang seekor ikan patin atau jambal berukuran cukup besar.
“Alhamdulillah, kali ini saya mendapatkan ikan lumayan besar, yakni ikan patin atau jambal. Saya merasa senang. Semoga kegiatan ini bisa terus lestari di Desa Bulangan,” ujar Wafa.
Tradisi Ngubek Srumbung menjadi salah satu kegiatan yang selalu dinantikan masyarakat Bulangan setiap tahun. Selain menghadirkan kegembiraan, tradisi ini juga mempererat hubungan antarwarga serta menjaga warisan budaya desa agar tetap hidup di tengah masyarakat. (hoo/arf)