JAVASATU.COM- Analis Kebijakan Publik dan Sosial Nasional, Nasky Putra Tandjung, mengapresiasi langkah cepat, kerja nyata, kesiapsiagaan, dan dedikasi jajaran PT PLN (Persero) di bawah kepemimpinan Direktur Utama Darmawan Prasodjo dalam mempercepat pemulihan sistem kelistrikan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menilai respons cepat PLN dalam mengamankan infrastruktur kelistrikan dan memulihkan pasokan secara bertahap merupakan langkah strategis untuk memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan di tengah situasi kedaruratan bencana.
Dalam perkembangan pemulihan, seluruh 11 Gardu Induk (GI) yang terdampak telah berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi 100 persen dalam waktu kurang dari 12 jam. Dari sisi pembangkitan, daya mampu pasok telah mencapai 111 MW, lebih tinggi dibandingkan beban saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal sekitar 105 MW.
“Capaian tersebut menunjukkan kesiapsiagaan dan kapasitas respons PLN dalam menghadapi kondisi kedaruratan. Pemulihan kelistrikan bukan hanya persoalan teknis, tetapi menyangkut keberlangsungan pelayanan publik, aktivitas ekonomi, komunikasi, fasilitas kesehatan, pemerintahan, keamanan, dan kehidupan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Nasky dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Dari perspektif kebijakan publik, Nasky menilai kecepatan mobilisasi personel, peralatan, dan sumber daya PLN mencerminkan tata kelola pelayanan publik yang responsif, adaptif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Respons cepat PLN merupakan bentuk konkret kehadiran negara dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar, khususnya ketika menghadapi situasi bencana. Listrik memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu infrastruktur fundamental yang menopang hampir seluruh aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Nasky juga mengapresiasi langkah Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Menurutnya, kepemimpinan yang hadir langsung dalam situasi krisis dapat memperkuat koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan, sekaligus memastikan seluruh jajaran bekerja dengan orientasi yang sama, yakni keselamatan dan kepentingan masyarakat.
“Leadership dalam situasi kebencanaan harus mampu menghadirkan kecepatan, ketepatan, koordinasi, dan keberanian mengambil keputusan. Apa yang dilakukan PLN di Flores, NTT menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang responsif dan hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Nasky juga mengapresiasi sinergi PLN bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri dalam mendukung proses pemulihan. Menurutnya, kolaborasi lintas institusi tersebut merupakan bagian penting dari tata kelola penanganan bencana yang efektif.
Setelah sistem pasokan utama kembali dalam kondisi siap, Nasky mendorong PLN terus mempercepat pemulihan jaringan distribusi yang masih terdampak akibat gempa dan longsor, termasuk perbaikan serta penggantian tiang listrik yang roboh atau patah.
“Kami mendukung penuh langkah PLN untuk melakukan pemulihan secara all-out, namun tetap dengan prinsip utama keselamatan petugas dan masyarakat. Percepatan harus berjalan beriringan dengan kehati-hatian, ketahanan jaringan, transparansi informasi, dan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Menurut Nasky, evaluasi pascabencana juga perlu dilakukan secara komprehensif. Evaluasi tersebut penting untuk mengidentifikasi titik kerentanan infrastruktur, memperkuat mitigasi risiko, meningkatkan kesiapsiagaan, serta membangun sistem kelistrikan yang semakin tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
“Pemulihan listrik pascabencana merupakan bagian dari membangun resiliensi pelayanan publik dan ketahanan infrastruktur nasional. Karena itu, kerja nyata jajaran PLN patut diapresiasi sekaligus menjadi momentum untuk terus memperkuat sistem kelistrikan nasional. Pada akhirnya, kehadiran PLN yang cepat, tanggap, dan profesional di tengah situasi bencana menunjukkan bahwa pelayanan publik yang berkualitas memiliki dampak langsung terhadap proses pemulihan masyarakat,” tutupnya. (arf)