JAVASATU.COM- Proses rehabilitasi dan rekonstruksi Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri pasca kerusuhan Agustus 2025 telah mencapai progres sekitar 6 persen. Proyek yang dibiayai melalui APBN ini ditargetkan rampung pada Juni 2026.

Project Manager Agrinas Pangan Nusantara, Gangga Pabharata, mengatakan progres pekerjaan saat ini mencakup bidang arsitektur, Mechanical Electrical and Plumbing (MEP), serta perkuatan struktur bangunan.
“Progres rehabilitasi kurang lebih sudah mencapai 6 persen. Saat ini fokus pada pekerjaan arsitektur, MEP, dan perkuatan struktur,” kata Gangga, Senin (19/1/2026), dikutip lama website Pemkab Kediri.
Menurut Gangga, tingkat kerusakan paling signifikan terdapat pada gedung Sekretariat Daerah, sehingga proses pengerjaannya memerlukan kehati-hatian dan ketelitian tinggi. Meski demikian, pengerjaan gedung bupati dan Setda dilakukan secara bersamaan untuk mengejar target waktu.
Selain perbaikan struktur, gedung yang direhabilitasi juga akan dilengkapi sistem pengamanan kebakaran, berupa hidran kawasan dan fire alarm, sebagai langkah mitigasi untuk meminimalisir risiko kebakaran.
“Mitigasi awal di dalam gedung menggunakan fire alarm, ditambah hidran kawasan,” ujarnya.
Gangga menegaskan, pelaksanaan proyek diupayakan berjalan tepat waktu, tepat biaya, dan sesuai mutu. Ia optimistis rehabilitasi Gedung Pemkab Kediri dapat diselesaikan pada awal Juni 2026.
Diketahui, rehabilitasi dan rekonstruksi Gedung Pemkab Kediri dibiayai melalui APBN yang disalurkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Pemerintah daerah berharap gedung yang selesai direhabilitasi nantinya dapat kembali digunakan sebagai pusat pemerintahan yang aman dan nyaman bagi pelayanan publik. (kur/nuh)