JAVASATU.COM- Bursa pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Malang kian menghangat. Wakil Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Timur, Hendra Prastiyawan, resmi menyatakan kesiapan masuk dalam kontestasi tersebut.

Munculnya Hendra menambah daftar kandidat yang sebelumnya telah diisi dua nama, yakni seorang kepala desa di Kecamatan Wagir yang juga dikenal sebagai tokoh olahraga serta seorang legislator aktif.
Ketiganya diproyeksikan bersaing dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026.
Musorkablub digelar menyusul pengunduran diri H. Rosyidin dari jabatan Ketua Umum KONI Kabupaten Malang periode 2024–2028.
Rosyidin menyatakan mundur dalam Rapat Kerja KONI pada 20 Desember 2025, usai Kabupaten Malang gagal menembus tiga besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 meski berstatus tuan rumah Malang Raya.
Hendra Prastiyawan menegaskan, keikutsertaannya dalam bursa calon ketua semata-mata didorong keinginan untuk memperkuat tata kelola organisasi olahraga di Kabupaten Malang.
“KONI selama ini sudah berjalan baik. Saya ingin mendorong agar lebih baik lagi dan bisa berjalan paripurna,” ujar Hendra, yang pernah menjabat Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia Kabupaten Malang periode 2020–2024.
Hendra yang saat ini juga tercatat sebagai Bidang Organisasi KONI Kabupaten Malang periode 2024–2028 mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah cabang olahraga (cabor).
“Hubungan saya dengan cabor-cabor cukup baik. Dari total 69 cabor, sudah ada beberapa yang mendorong dan memberi dukungan. Harapannya dukungan itu semakin solid,” tegasnya, Selasa (20/1/2026).
Dengan semakin banyaknya figur yang masuk bursa, persaingan menuju kursi Ketua Umum KONI Kabupaten Malang diprediksi berlangsung ketat.
Hasil Musorkablub nantinya akan menentukan arah pembinaan olahraga prestasi Kabupaten Malang ke depan. (agb/nuh)