JAVASATU.COM- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi keterbukaan pengelolaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kediri. Transparansi tersebut dinilai berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan para muzaki.

Sepanjang 2025, pengumpulan ZIS melalui Baznas Kabupaten Kediri tercatat mencapai Rp7,6 miliar. Angka itu melampaui target yang ditetapkan Baznas Jawa Timur sebesar Rp4,6 miliar.
“Ini sangat luar biasa kenaikannya. Keterbukaan itu penting agar muzaki mengetahui bahwa ZIS yang mereka salurkan benar-benar tersampaikan,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Dhito usai menerima laporan pimpinan Baznas Kabupaten Kediri di kantornya, Rabu (7/1/2026).
Mas Dhito menyebut, tren pengumpulan ZIS di Kabupaten Kediri terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2024 lalu, dari target Rp4,5 miliar, Baznas Kabupaten Kediri berhasil menghimpun dana hingga Rp7,4 miliar.
Ia optimistis, capaian tersebut masih bisa ditingkatkan. Salah satunya dengan memastikan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di organisasi perangkat daerah (OPD) tertib dalam melakukan penyetoran ZIS.
“Kalau semua UPZ tertib dan transparansi terus dijaga, manfaat ZIS akan semakin luas dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Kediri HM Iffatul Lathoif mengatakan, dana ZIS yang terhimpun disalurkan ke berbagai program sosial dan pemberdayaan. Di antaranya bantuan sembako dan biaya hidup dhuafa, makanan bergizi, serta beasiswa bagi santri dan siswa.
“Kami juga menjalankan program satu keluarga satu sarjana. Saat ini ada 82 penerima dan insyaallah akan ditingkatkan menjadi 100,” kata Gus Thoif.
Selain itu, distribusi ZIS juga mencakup bantuan biaya hidup fakir dan lansia, santunan yatim piatu, bantuan marbot, bedah rumah tidak layak huni, bantuan mualaf, sarana prasarana pendidikan dan tempat ibadah, hingga bantuan transportasi berobat dan alat bantu jalan.
Gus Thoif menambahkan, Baznas Kabupaten Kediri menjadi salah satu lembaga di Jawa Timur yang telah menjalani audit dari auditor Kementerian Agama dengan hasil yang dinilai baik.
“Untuk Jawa Timur, Kabupaten Kediri termasuk yang siap diaudit. Alhamdulillah hasilnya secara umum baik,” pungkasnya. (kur/nuh)