JAVASATU.COM- Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, tokoh perempuan Nur Asia Uno memilih melakukan ziarah wali di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ia bersama rombongan mengunjungi Makam Sunan Giri di Kecamatan Kebomas dan Makam Syaikh Maulana Malik Ibrahim di Kecamatan Gresik, Rabu (28/1/2026).

Ziarah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan spiritual menyambut Ramadan. Dua makam wali songo itu memang menjadi destinasi utama wisata religi di Gresik yang kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Nur Asia mengaku ziarah ke makam para wali bukan kali pertama dilakukannya. Menurut istri politisi Sandiaga Salahuddin Uno itu, Gresik memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat bagi umat Islam.
“Tidak hanya sekali, sebelumnya juga pernah ke sini,” ujar Nur Asia di sela-sela ziarah.
Dalam kunjungannya, Nur Asia berkesempatan masuk ke cungkup Makam Sunan Giri dan melihat langsung sejumlah benda pusaka peninggalan sang wali saat menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Usai dari Sunan Giri, rombongan melanjutkan ziarah ke Makam Syaikh Maulana Malik Ibrahim yang juga menjadi ikon wisata religi di Kota Gresik.
Agenda ziarah tersebut turut didampingi Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Ricke Mayumi. Ia menyebut keberadaan makam wali sebagai potensi besar yang patut dijaga dan dikembangkan.
“Saya juga ikut berziarah dan masuk ke cungkup Makam Sunan Giri. Ini potensi besar yang harus dijaga,” kata Ricke.
Menurut Ricke, wisata religi tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga berdampak pada perekonomian warga sekitar, terutama pelaku usaha mikro yang menjajakan makanan dan oleh-oleh.
“Biasanya setelah ziarah, pengunjung membeli jajanan dan oleh-oleh. Ini membantu perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan pembenahan kawasan wisata religi agar semakin nyaman bagi para peziarah.
Sementara itu, Kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Kawasan Gresik, Suwanto, menyebut wisata religi menjadi salah satu andalan pariwisata daerah. Kunjungan peziarah, kata dia, biasanya meningkat pada momen tertentu.
“Terutama saat haul, libur panjang, dan menjelang Ramadan, peziarah dari luar daerah banyak yang datang ke Gresik,” ujarnya. (bas/nuh)