JAVASATU.COM- Pelaku UMKM di Kelurahan Kebungson, Kabupaten Gresik, mendapat kesempatan istimewa untuk meningkatkan kemampuan pemasaran digital mereka melalui program edukasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digelar Tim KKN-BBK (Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Komunitas) ke-7 Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Program ini menargetkan pelaku usaha lokal dari berbagai sektor, termasuk UMKM EcoPrint, kuliner, hingga anggota forum PKK, untuk meningkatkan kualitas promosi dan penjualan produk mereka.
Kegiatan pertama digelar pada Minggu, 18 Januari 2026, dengan pendampingan Roro Fitri, pemilik Metik EcoPrint, di Kedai Omah Kembar. Tim BBK 7 memberikan pelatihan membuat caption media sosial, deskripsi produk, hingga pengolahan visual promosi menggunakan AI. Peserta juga diperlihatkan perbandingan produk sebelum dan sesudah diedit AI serta teknik prompting untuk mendapatkan hasil yang sesuai kebutuhan usaha.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu, 25 Januari 2026, bersama forum Ibu-ibu PKK Kebungson. Para peserta langsung mempraktikkan penggunaan AI dengan panduan poster edukasi dan buku pedoman yang disiapkan Tim BBK. Sri, pemilik usaha Kacang Hijau Goreng, mengaku terbantu dengan teknologi ini.
“AI tidak hanya mempercepat pembuatan konten promosi, tetapi juga membantu perencanaan usaha dan strategi pemasaran,” ujarnya.
Pada Rabu, 28 Januari 2026, pendampingan one-on-one dilakukan kepada Ros Miati, pemilik Kedai Pinatih. Dalam sesi ini, peserta belajar membuat konten gambar dan caption secara langsung menggunakan AI. Ros Miati menilai metode ini membuat proses pembuatan konten lebih cepat tanpa memerlukan kemampuan desain khusus.

Program ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), seperti SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDGs 5 (Kesetaraan Gender), dengan menekankan pemberdayaan pelaku UMKM perempuan agar lebih mandiri dan adaptif di era digital.
Lurah Kebungson, Fither Kuntajaya, menyambut positif kegiatan ini.
“Kami mengapresiasi mahasiswa Universitas Airlangga dan Tim BBK 7. Semoga ilmu yang diberikan bisa langsung diterapkan oleh UMKM di wilayah kami,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Melalui program ini, Tim BBK 7 Kebungson berharap Artificial Intelligence dapat menjadi solusi praktis bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan. (bas/arf)