JAVASATU.COM- Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan akan menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada Listyo Sigit Prabowo. Penghargaan itu dinilai pantas diberikan atas peran aktif Kapolri dalam mendukung program strategis nasional, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan agenda Asta Cita Presiden.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
“Karena itu tadi kita beri penghargaan. Kapolri belum karena beliau nanti harus dapet penghargaan yang lebih tinggi lagi. Saya kira mungkin Mahaputera itu pantas untuk beliau,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkap percakapannya langsung dengan Kapolri terkait tanda kehormatan tersebut.
“Saya tanya, tadi saya tanya, ‘Anda sudah dapat Mahaputera?’. ‘Belum, belum’. Saya yang beri Mahaputera untuk beliau. Ini kehormatan bagi seorang pemimpin, ini kebahagiaan seorang Bapak bisa mengucapkan terima kasih kepada anaknya, kebanggaan,” tuturnya.
Analis: Layak dan Pantas
Menanggapi hal tersebut, Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung menilai Kapolri sangat layak, tepat, dan pantas dianugerahi Bintang Mahaputera oleh Presiden Prabowo Subianto.
Nasky yang juga Ketua Indonesia Youth Epicentrum atau Pusat Perkumpulan Pemuda Indonesia menegaskan, institusi Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., telah menunjukkan kontribusi aktif, kerja nyata, dan dedikasi dalam mengamankan serta mewujudkan program Asta Cita Presiden di berbagai wilayah.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), kami sepenuhnya mendukung atas pernyataan Bapak Presiden yang akan memberi penghargaan khusus tanda penghormatan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dan juga kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja nyata, capaian, dan dedikasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Capaian Strategis Polri
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu memaparkan, dukungan Kapolri terhadap program MBG melalui pembangunan SPPG sangat signifikan.
Per 13 Februari 2026, Polri telah membangun 1.179 SPPG di seluruh Indonesia dengan target akhir 1.500 unit. SPPG tersebut diproyeksikan memberi manfaat kepada sekitar 2,9 juta orang serta menyerap hampir 60.000 tenaga kerja.
Sepanjang 2025, Satgas Ketahanan Pangan Polri juga mencatat sejumlah capaian strategis. Produksi jagung nasional meningkat sekitar 9 persen atau setara 1,36 juta ton, sehingga total produksi mencapai 16.501.555,66 ton.
Akselerasi produksi tertinggi terjadi pada kuartal IV 2025 melalui optimalisasi lahan seluas 651.196 hektare yang menghasilkan sekitar 3.479.432 ton jagung.
Penyerapan jagung oleh Bulog tercatat mencapai 101.713 ton atau 63,8 persen dari target. Langkah ini dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani serta mencegah spekulasi pasar.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi Kapolri beserta seluruh jajaran Polri, mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek, dalam mengoordinasikan pemanfaatan lahan pertanian secara optimal, termasuk melalui Program Pemanfaatan Lahan Produktif,” jelas Nasky.
Komitmen Dukung Ketahanan Pangan
Dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen penuh Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Polri senantiasa terus mendukung program dan kebijakan strategis pemerintah. Suksesnya program pemerintah berdampak langsung terhadap stabilitas kamtibmas,” ujar Sigit dalam Rilis Akhir Tahun 2025 di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengelolaan komoditas jagung hingga pengoperasian SPPG guna menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.
Apresiasi dan Dampak Ekonomi
Founder Nasky Milenal Center itu menilai Polri tak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif menyentuh kebutuhan dasar masyarakat melalui program sosial seperti MBG.
“Kerja nyata ini membuktikan Polri tidak hanya penegak hukum, tapi juga hadir di tengah masyarakat lewat program sosial seperti MBG,” ujarnya.
Ia menambahkan, SPPG Polri tak hanya memastikan distribusi makanan bergizi, tetapi juga menghadirkan inovasi penyediaan pangan sehat dengan standar gizi modern serta pemberdayaan UMKM lokal.
“Selain memenuhi gizi anak-anak bangsa, SPPG juga memberi dampak ekonomi dengan melibatkan UMKM dan membuka lapangan kerja,” jelasnya.
Menuju Indonesia Emas 2045
Nasky menilai langkah Polri selaras dengan arah kebijakan Presiden Prabowo melalui Asta Cita.
“Langkah Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama seluruh jajaran dan Polri dalam membangun SPPG ini menurut saya sangat selaras dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita. Ini menunjukkan bahwa visi besar pemerintah benar-benar ditangkap dan diterjemahkan secara konkret oleh institusi negara,” ungkapnya.
Menurutnya, ketika isu gizi ditempatkan sebagai prioritas, itu berarti negara sedang melakukan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolri beserta jajaran Polri di seluruh Indonesia yang sudah bekerja keras menghadirkan program ini. Kehadiran SPPG ini memperlihatkan komitmen nyata dan kepedulian yang tulus terhadap masa depan anak-anak Indonesia,” ucapnya.
Nasky menegaskan keberhasilan SPPG merupakan implementasi nyata jargon “Polri Presisi” dan “Polri untuk Masyarakat”. Ia berharap sinergi Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat terus berlanjut.
“Mudah-mudahan kolaborasi ini menjadi jalan menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
“Oleh karena itu, kami mendorong Polri agar terus konsisten dan berkomitmen menjalin sinergi lintas sektor agar keberhasilan swasembada pangan dan SPPG MBG dapat dipertahankan dan ditingkatkan ke depannya,” tegasnya.
Rincian 1.179 SPPG Polri
Sebelumnya, Kapolri menyebut Polri telah membangun total 1.179 SPPG di seluruh Indonesia, termasuk kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Hal itu disampaikan dalam peresmian 1.179 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
“Polri telah memiliki 1.179 SPPG yang terdiri dari 411 SPPG telah beroperasi, 162 SPPG persiapan operasional, 499 SPPG tahap pembangunan dan selesai pada Maret 2026 dan 107 SPPG dalam tahap groundbreaking,” ujarnya.
Pada 2026, Polri akan kembali membangun 1.500 SPPG di seluruh Indonesia. Untuk mendukung keamanan MBG, 201 SPPG Polri telah memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi, 119 SPPG memiliki Sertifikat Halal, dan 147 SPPG telah mengantongi Sertifikat Uji Laboratorium Air.
Seluruh SPPG juga dilengkapi filter air dan water heater untuk pengelolaan air, biotank untuk pengelolaan limbah, serta rak foodtray UV dan steamer foodtray guna menjaga kebersihan sanitasi dan kualitas penyajian.
“Ini sebagai wujud komitmen Polri dalam mendukung pemerataan akses layanan pemenuhan gizi hingga ke daerah-daerah, agar manfaat program MBG dapat dirasakan oleh setiap anak bangsa,” pungkasnya. (arf)