JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak 2026 bukan sekadar forum seremonial, tetapi wadah partisipasi yang melahirkan program nyata bagi anak. Kegiatan yang digelar di Kantor Bupati Gresik pada 12-13 Februari diikuti 50 anak perwakilan dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan peran peserta sangat strategis.
“Hari ini kalian hadir sebagai perwakilan dari 18 kecamatan. Suara kalian mewakili ribuan anak. Kesempatan ini harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Musrenbang Anak 2026 mengusung sistem perencanaan pembangunan berbasis dari bawah. Hasil forum ini akan dikawal agar masuk dalam perencanaan daerah dan APBD 2027. Asluchul menekankan, usulan anak tidak boleh berhenti pada tema besar, tetapi harus jelas, terukur, dan dapat ditindaklanjuti.
“Kebutuhan anak di Pulau Bawean berbeda dengan di Panceng, Kebomas, maupun Balongpanggang. Program harus kontekstual sesuai tantangan wilayah masing-masing,” tambahnya.
Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan bahwa kegiatan dua hari ini mengajarkan anak memahami alur penyaluran aspirasi melalui dokumen perencanaan daerah, termasuk RPJMD. Peserta dibagi ke dalam lima kelompok sesuai klaster hak anak: hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan dasar, pendidikan serta waktu luang dan kegiatan budaya, dan upaya perlindungan khusus.
“Usulan yang masuk akan disaring dan ditentukan skala prioritasnya untuk dibacakan dalam Musrenbang Kabupaten pada Maret mendatang,” jelas Titik.
Sejumlah aspirasi anak dari Musrenbang sebelumnya sudah terealisasi, seperti penguatan ruang bermain ramah anak, sekolah ramah anak, pengaturan jam operasional truk, transportasi ramah anak melalui Trans Jatim, penguatan Universal Health Coverage (UHC), Perbup pencegahan perkawinan anak, hingga layanan “Hatiku Padamu” bagi anak penyandang disabilitas.
Salah satu peserta, Yasmin (13) dari Kecamatan Kebomas, mengaku antusias.
“Saya senang karena suara kami didengar. Saya berharap taman-taman di Gresik bisa diperbanyak, diperindah, dan lebih ramah anak,” ujarnya.
Musrenbang Anak 2026 menjadi bukti nyata partisipasi anak dalam pembangunan daerah yang ramah anak dan berkelanjutan. (bas/nuh)