JAVASATU.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik resmi menetapkan resolusi kerja 2026 yang menekankan pelayanan umat, sinergi dengan masyarakat, dan pengembangan karya ilmiah.

Resolusi ini dipimpin oleh Wakil Ketua Umum MUI Gresik, KH Abdul Khaliq, sebagai pedoman bagi seluruh pengurus di semua tingkatan.
KH Abdul Khaliq menjelaskan, resolusi MUI Gresik berlandaskan tiga prinsip utama: kebersamaan dalam cita-cita Islam, keputusan berbasis ilmu (knowledge-based), dan pelayanan untuk kepentingan umat dan bangsa sesuai Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, Qiyas, UUD 1945, dan Pancasila.
“Kerja MUI harus selaras dengan dinamika masyarakat. Setiap program harus memberdayakan seluruh potensi pengurus, dijalankan secara tim, dan tetap produktif meski dalam suasana santai. Prinsip ‘buy one get two’ diterapkan agar setiap kegiatan memberi dampak ganda bagi umat,” ujar KH Abdul Khaliq, Sabtu (14/2/2026).
Resolusi kerja MUI Gresik 2026 mencakup tiga fokus utama:
- Pelayanan menyeluruh – dilakukan secara online dan offline untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai problematika.
- Enterprising – menjalin kemitraan dengan masyarakat, institusi, dan perusahaan untuk program kolaboratif.
- Academic Ecosystem – menghasilkan karya ilmiyah yang bermanfaat bagi publik, bahkan diarahkan untuk level internasional.
KH Abdul Khaliq menegaskan, seluruh pengurus MUI harus berpegang pada resolusi ini agar mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara dengan keridloan Allah SWT, sekaligus mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dengan langkah ini, MUI Gresik diharapkan memperkuat posisinya sebagai rujukan kinerja MUI di tingkat nasional, mengikuti jejak prestasi sebelumnya yang sudah menjadi acuan bagi Majelis Ulama se-Indonesia. (bas/arf)