JAVASATU.COM- Darmadi resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang periode 2026-2028. Pemilihan dilakukan melalui voting tertutup dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang digelar di ruang paripurna DPRD Kabupaten Malang, Sabtu (14/2/2026).

Darmadi, yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang, memperoleh 40 suara dari 60 peserta cabang olahraga (Cabor). Sementara rivalnya, Zia’ul Haq, meraih 19 suara, dan satu suara abstain. Sebelumnya, calon ketua lain, Hendra Prastiawan, mengundurkan diri sehingga hanya tersisa dua kandidat.
Pemilihan sempat memanas saat proses penyampaian visi-misi. Beberapa peserta dari Cabor IPSI dan Asosiasi Kabupaten PSSI melakukan protes hingga terjadi perdebatan sengit. Bahkan Zia’ul Haq sempat naik ke kursi sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap mekanisme sidang yang dianggap tidak netral.
“Voting tertutup penting agar siapapun yang terpilih bisa merangkul semua Cabor, termasuk yang tidak mendukungnya,” ujar Wiwid Tuhu dari IPSI, mendukung mekanisme pemilihan.
Setelah dilakukan skorsing dan dialog antar calon, Musorkablub dilanjutkan dengan voting tertutup, yang akhirnya menetapkan Darmadi sebagai Ketua KONI Kabupaten Malang.
Usai terpilih, Darmadi menyatakan komitmennya untuk memajukan olahraga Kabupaten Malang. Ia menekankan fokus pada pembinaan atlet agar mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Salah satu targetnya, atlet Kabupaten Malang mampu meraih posisi dua besar pada ajang Porprov berikutnya melalui pembinaan yang maksimal dan pendanaan ideal.
“Mohon dukungan dan partisipasi seluruh Cabor untuk memajukan olahraga Kabupaten Malang. Hari ini tidak ada kalah atau menang, tapi memilih yang terbaik untuk Kabupaten Malang,” ujar Darmadi di hadapan peserta Musorkablub.
Sementara itu, Zia’ul Haq mengucapkan selamat atas kemenangan Darmadi, namun menyayangkan jalannya Musorkablub. Ia menilai ketua sidang tidak netral dan sempat memaksakan pemenang berdasarkan surat dukungan Cabor, sehingga memicu protes peserta. Meski demikian, ia tetap legowo dan menganggap dinamika tersebut sebagai bagian dari proses organisasi.
Musorkablub digelar menyusul pengunduran diri Ketua KONI sebelumnya, H Rosyidin, pada Desember 2025. Pemilihan ini diikuti 60 peserta Cabor, dengan mekanisme voting tertutup sebagai bentuk demokrasi organisasi. (agb/nuh)