JAVASATU.COM- Pelatihan dan uji kompetensi Chef Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar di Kabupaten Blitar, Senin (16/2/2026). Kegiatan berlangsung di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Tirto Jati, Sanankulon, Kabupaten Blitar sebagai upaya peningkatan kualitas juru masak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pelatihan Batch 2 ini diikuti peserta dari wilayah eks-Karesidenan Kediri, baik juru masak yang telah bertugas maupun yang akan ditempatkan di dapur SPPG mitra Badan Gizi Nasional (BGN).
Kegiatan diselenggarakan oleh LSP Rajawali Hospitality Nusantara yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Uji kompetensi dipandu asesor BNSP, Dani DW, yang juga menjabat Ketua Umum Indonesia Chef of Independent (ICI).
Chef Dani mengatakan pelatihan ini difokuskan pada peningkatan standar profesi juru masak, terutama dalam aspek keamanan pangan dan pengelolaan dapur sesuai regulasi nasional MBG.
“Cara pemilihan dan penyimpanan bahan yang benar, teknik pemotongan, hingga pola memasak harus sesuai standar agar mencegah potensi kontaminasi,” ujarnya.
Setelah pembekalan materi, peserta mengikuti uji kompetensi sertifikasi skema II bidang Food and Beverage Production (Cookery). Sertifikasi ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang jasa boga.
Ketua KJS Blitar selaku pelaksana TUK, Alex M, menegaskan sertifikasi profesi menjadi elemen penting dalam mendukung operasional dapur MBG yang menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Tenaga juru masak harus kompeten dan bersertifikat agar proses pengolahan makanan berjalan profesional dan memenuhi standar gizi serta keamanan pangan,” katanya.
Pelatihan dan uji kompetensi Chef MBG ini dijadwalkan berlanjut pada batch selanjutnya guna memperluas cakupan tenaga dapur profesional di berbagai daerah. (hen/nuh)