JAVASATU.COM- Lembaga Kajian Inisiatif Pemuda (INTIP) Kabupaten Malang mengajak masyarakat ikut mengawasi kualitas benih pada Program Bongkar Ratoon Tebu 2026 dari anggaran pemerintah pusat sebesar Rp40,08 miliar. Menurut INTIP, pengawasan diperlukan agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi petani.

“Program ini harus benar-benar memberikan manfaat kepada petani. Pengawasan perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari penentuan CPCL, distribusi dana Hari Orang Kerja (HOK), hingga kualitas benih itu sendiri agar sesuai harapan pemerintah pusat,” ujar Penasehat INTIP Kabupaten Malang, Hotib, Senin (13/7/2026).
Hotib menjelaskan, alokasi anggaran tersebut tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 untuk pengadaan benih tebu pada Program Bongkar Ratoon seluas 4.000 hektare di Kabupaten Malang.
“Menurut kami, kualitas benih menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian karena akan memengaruhi produktivitas tanaman tebu. Selain itu, validitas data penerima dan transparansi pelaksanaan program juga penting untuk dikawal bersama,” katanya.
Ia menambahkan, evaluasi terhadap pelaksanaan program pada tahun sebelumnya dapat menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan Program Bongkar Ratoon 2026. Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan program akan mendukung akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
“Kami berharap seluruh tahapan program dapat berjalan secara transparan sehingga bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputra, sebelumnya menyampaikan target Program Bongkar Ratoon Tebu 2026 di Kabupaten Malang mencapai 7.500 hektare. Hingga saat ini, ribuan hektare Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) telah diusulkan sebagai penerima program.
“BR Tebu Kabupaten Malang 2026 target 7.500 hektare, untuk usulan indikatif seluas 5.250 hektare dan usulan potensi definitif 2.700 hektare,” terang Avicenna.
Menurut Avicenna, target tersebut merupakan yang terbesar di Jawa Timur, disusul Kabupaten Kediri dengan target 7.000 hektare. Program Bongkar Ratoon menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tebu dalam mendukung program swasembada gula nasional. (saf)