JAVASATU.COM- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta psikolog hadir secara rutin di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik. Psikolog diminta berdialog dengan siswa setidaknya sebulan sekali untuk memantau kondisi dan perasaan anak selama mengikuti pendidikan berasrama.
Permintaan itu disampaikan Khofifah saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, Sabtu (1/8/2026). Menurutnya, pendampingan psikologis penting karena kondisi dan kebutuhan emosional siswa SD berbeda dengan siswa SMP maupun SMA.

Khofifah menilai siswa SD, khususnya yang baru menjalani kehidupan berasrama, membutuhkan perhatian lebih. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus menghadapi kondisi jauh dari orang tua.
“Sebulan sekali saya minta ada psikolog yang datang untuk berdialog dengan anak-anak SD, sehingga kita tahu bagaimana kondisi dan perasaan mereka. Tentu apa yang mereka rasakan berbeda dengan anak SMP maupun SMA,” ujar Khofifah.
Selain persoalan adaptasi, Khofifah menyoroti kemungkinan siswa mengalami homesick atau rindu rumah. Kondisi tersebut dinilai perlu ditangani dengan pendampingan agar anak tidak mengalami tekanan selama tinggal di asrama.
“Meyakinkan orang tua agar anak kelas 1 SD berasrama itu tidak mudah. Ada anak yang sudah langsung merasa nyaman berada di asrama, tapi ada juga anak yang homesick,” katanya.
Khofifah meminta sekolah memberikan pendampingan khusus bagi siswa yang mengalami homesick. Dukungan juga perlu diberikan ketika orang tua atau anggota keluarga datang menjenguk.
Menurut Khofifah, perlindungan terhadap siswa juga harus menjadi perhatian utama pengelola Sekolah Rakyat. Ia secara khusus meminta lingkungan sekolah bebas dari perundungan atau bullying.
“Pesan saya kepada para kepala sekolah, pastikan lingkungan sekolah benar-benar bebas dari perundungan. Anak-anak kelas 1 SD ini masih sangat rentan dan belum bisa membela diri. Di sinilah mereka sangat membutuhkan pendampingan dan perlindungan kita,” tuturnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik saat ini menampung 405 siswa, terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 225 siswa SMA.
Para siswa berasal dari 161 desa yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Gresik. Selain itu, terdapat 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan.
Khofifah mengatakan penyelenggaraan Sekolah Rakyat terintegrasi membutuhkan persiapan matang karena menggabungkan beberapa jenjang pendidikan dalam satu lingkungan. Sistem pendidikan berasrama juga membutuhkan pendampingan agar siswa dapat beradaptasi dengan baik.
Pendampingan psikologis secara berkala diharapkan dapat membantu sekolah mengetahui persoalan yang dihadapi siswa sejak dini, sekaligus memastikan lingkungan Sekolah Rakyat menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi anak. (bas/arf)