JAVASATU.COM- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan skema pengaturan parkir dan lalu lintas untuk menghadapi pelaksanaan Festival Mbois 11 di kawasan Stadion Gajayana. Sejumlah ruas jalan disiapkan sebagai opsi parkir tambahan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama festival.

Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi jumlah pengunjung Festival Mbois 11 yang mencapai 6.000 hingga 10.000 orang setiap hari. Tingginya mobilitas pengunjung dinilai berpotensi meningkatkan beban lalu lintas di kawasan Gajayana dan sejumlah ruas jalan di sekitarnya.
Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra mengatakan pihaknya telah memperhitungkan dampak pergerakan pengunjung terhadap sistem transportasi selama festival.
“Festival Mbois ini suatu konsekuensi ada timbul bangkitan dan tarikan,” ujar Widjaja, Sabtu (22/8/2026) siang.
Menurutnya, persoalan parkir menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian serius. Sebagian ruang parkir yang biasanya dapat dimanfaatkan masyarakat akan digunakan untuk mendukung kegiatan festival sehingga kapasitas parkir di kawasan tersebut ikut berkurang.
“Secara real nanti, parkirlah yang menjadi perhatian dan arus lalu lintas,” tegas Widjaja.
Sebagai langkah antisipasi, Dishub mempertimbangkan penggunaan parkir tepi jalan umum di sejumlah lokasi. Jalan Welirang dan beberapa ruas di sekitar Taman Slamet menjadi alternatif yang tengah disiapkan untuk menambah daya tampung kendaraan.
“Sebagian satuan ruang parkir kami digunakan untuk kegiatan. Sehingga satuan ruang parkir kami akan berkurang. Ini suatu konsekuensi, maka sangat dimungkinkan kita menggunakan sebagian parkir tepi jalan umum,” jelasnya.
Namun, penggunaan ruas jalan sebagai lokasi parkir akan melihat kondisi aktual di lapangan. Dishub memastikan penempatan kendaraan tidak sampai mengurangi kapasitas jalan dan menghambat pergerakan lalu lintas.
Untuk pengaturan arus kendaraan, Dishub belum menetapkan pengalihan lalu lintas secara tetap. Rekayasa akan diterapkan berdasarkan situasi kepadatan dan dilakukan bersama kepolisian.
“Untuk pengalihan arus lalu lintas sifatnya situasional. Kita nanti bekerja sama dengan Polresta. Lihat kondisional saja,” kata Widjaja.
Dishub Kota Malang menyiapkan sekitar 25 hingga 30 personel setiap hari selama Festival Mbois 11. Petugas akan menjalankan pengaturan lalu lintas sekaligus mengawasi kendaraan yang masuk dan keluar dari kawasan kegiatan.
Jangkauan pengawasan juga akan diperluas ke sejumlah kawasan yang diperkirakan ikut menerima dampak pergerakan pengunjung. Dishub mencermati jalur di kawasan Ijen dan Kelud sebagai bagian dari pengaturan mobilitas.
“Kita bukan hanya di daerah sini saja. Tentu ada tarikan yang lainnya, ada di Ijen, ada di Kelud. Artinya bukan hanya difokus di sini saja,” ujar Widjaja.
Penempatan personel nantinya bersifat fleksibel. Ketika kepadatan muncul di suatu titik, petugas dapat digeser untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan penataan kendaraan.
Dishub mengimbau pengunjung Festival Mbois 11 menggunakan lokasi parkir yang telah diarahkan petugas dan mengikuti pengaturan lalu lintas di lapangan. Masyarakat juga diminta memperhatikan arahan petugas agar aktivitas festival tidak mengganggu kelancaran mobilitas di kawasan Gajayana dan sekitarnya.
Dengan skema tersebut, Dishub Kota Malang berupaya menjaga lalu lintas tetap terkendali meski terjadi peningkatan aktivitas kendaraan selama Festival Mbois 11. (har/arf)