JAVASATU.COM- Anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PKS, Syaiful Rosyid, turun langsung mengecek pengerjaan pavingisasi melalui program Pokok-pokok Pikiran (Pokir) di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (25/9/2026).

Monitoring dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, mulai dari kualitas material, spesifikasi teknis, hingga ukuran dan volume pekerjaan.
“Monitoring yang saya lakukan ini untuk memastikan pekerjaan ini sesuai dengan apa yang sudah direncanakan oleh pelaksana, baik itu kualitas, spek, dan lain sebagainya. Kita juga memastikan panjang, lebar, kali luasnya,” kata Syaiful Rosyid.
Menurut Syaiful, pengawasan tidak cukup dilakukan oleh anggota DPRD. Masyarakat di tingkat desa dan lingkungan juga diminta ikut mengawal pekerjaan agar hasil pembangunan dapat bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kalau kita enggak kawal bersama, saya kan enggak tiap hari bisa melihat. Tentunya yang wajib dan harus mengawal adalah masyarakat. Kalau ada penyimpangan atau sesuatu yang janggal, mohon dilaporkan kepada kami agar sejak awal bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Syaiful mengatakan, pengecekan lapangan juga dilakukan di sejumlah lokasi lain yang mendapatkan program pembangunan melalui aspirasi DPRD. Setelah Banjararum, ia menyebut akan melanjutkan monitoring ke wilayah Sidodadi dan Turi Lawang. Sebelumnya, pengecekan juga dilakukan di Sekarburo, Kedungrejo, dan Mangliawan.
Selain memantau pembangunan melalui Pokir, Syaiful menyoroti percepatan penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) perumahan di Kabupaten Malang.
Ia menyebut pemerintah daerah melalui dinas terkait tengah melakukan pendataan dan penanganan PSU secara bersama-sama. Menurutnya, keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat diperlukan karena warga lebih mengetahui kondisi fasilitas umum di lingkungan masing-masing.
“Ini tentunya juga butuh kerja sama dengan pemerintah desa, kemudian lingkungan. Masyarakat yang lebih tahu ketika ada fasum yang terbengkalai. Harapannya, ketika pendataan fasum itu juga disampaikan oleh banyak masyarakat, nanti skema perbaikannya seperti apa bisa segera ditentukan,” jelasnya.
Syaiful mengatakan, perbaikan fasilitas umum dapat dilakukan melalui sejumlah skema, antara lain swadaya masyarakat, komitmen pengembang, maupun dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Ia berharap pembenahan PSU dapat mempercepat proses penyerahan fasilitas umum kepada pemerintah sehingga fasilitas tersebut dapat digunakan masyarakat sesuai standar yang ditentukan.
“Harapannya ini bisa mempercepat serah terima proses itu. Saya akan kawal, tetapi tidak harus saya sendiri. Ini butuh semua pihak karena kalau saya sendiri juga belum tentu mampu untuk mendorong percepatan itu,” pungkasnya. (saf)