JAVASATU.COM- Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Nahdlatul Ulama (KSPPS NU) Dukun, Gresik, rutin menyalurkan santunan kepada anak yatim di lembaga pendidikan Ma’arif NU di wilayah Kecamatan Dukun.

Program tersebut kembali dilakukan pada Sabtu (26/9/2026), salah satunya di MI Al-Karimi Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Sebanyak 10 anak yatim di madrasah tersebut menerima santunan dari KSPPS NU Dukun.
Ketua KSPPS NU Dukun H. Muanan, SH, M.Si mengatakan, santunan merupakan bagian dari program sosial yang terus dijalankan KSPPS NU Dukun untuk memberikan dukungan kepada anak-anak yatim.
“Tujuan kami menyelenggarakan program santunan ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan materi. Lebih dari itu, kami ingin hadir di tengah mereka dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian, bahwa masyarakat dan keluarga besar NU selalu peduli dan mendukung mereka,” kata Muanan.
Menurut Muanan, program tersebut diharapkan tidak hanya membantu meringankan kebutuhan penerima, tetapi juga memberikan dorongan moral agar anak-anak tetap percaya diri dan bersemangat dalam menempuh pendidikan.
“Kami ingin menanamkan rasa percaya diri, kebahagiaan, dan semangat agar mereka tetap berani bermimpi besar,” ujarnya.
Program KSPPS NU Dukun tidak hanya menyasar siswa tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Muanan menyebut santunan dan dukungan pendidikan juga diberikan kepada anak yatim di jenjang MTs dan MA.
Selain santunan, KSPPS NU Dukun juga menjalankan program beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu di sejumlah perguruan tinggi, baik di wilayah Gresik maupun daerah lainnya.
“Harapan ke depannya, semoga program ini dapat terus berjalan lancar, semakin luas jangkauannya dan mendapat dukungan dari berbagai pihak,” kata Muanan.
Ia berharap berbagai program sosial dan pendidikan tersebut dapat terus dikembangkan sebagai bentuk kontribusi KSPPS NU Dukun kepada masyarakat.
“Semoga KSPPS NU Dukun semakin berkhidmat dalam membantu pemerintah di bidang pendidikan maupun bidang lainnya. Tetap sehat, mandiri dan bermanfaat bagi umat, terutama warga Nahdliyin,” pungkasnya. (hoo/arf)