JAVASATU.COM- Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Bakorwil III Malang menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di luar akademik. Lebih dari 1.500 peserta mengikuti Lomba Peraturan Baris-Berbaris (LPBB) dan Festival Anak di halaman Bakorwil III Malang, Minggu (4/10/2026).

Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar mengatakan kemampuan akademik saja tidak cukup untuk membentuk generasi unggul. Anak juga perlu memiliki disiplin, kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama dan karakter yang kuat.
“Generasi unggul tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik. Mereka juga perlu disiplin, kreatif, percaya diri, mampu bekerja sama, dan memiliki karakter yang kuat. Ruang-ruang seperti inilah yang perlu terus kita hadirkan bagi anak-anak,” kata Asep.
LPBB menjadi salah satu kegiatan utama dalam rangkaian Hari Jadi Jatim ke-81 tersebut. Sebanyak 68 pleton mengikuti perlombaan, terdiri dari 9 pleton tingkat SD, 22 pleton SMP, 26 pleton SMA, 8 pleton Purna internal dan 3 pleton Purna eksternal.
Dengan rata-rata sekitar 20 peserta setiap pleton, jumlah peserta LPBB mencapai sekitar 1.360 orang. Materi perlombaan tidak hanya berkaitan dengan ketepatan gerakan dan kekompakan barisan, tetapi juga disiplin, konsentrasi, ketepatan komando, tanggung jawab, kepemimpinan dan kerja sama.
Selain LPBB, sekitar 150 peserta mengikuti Festival Anak. Festival tersebut terdiri dari empat kategori, yakni menyanyi solo, penyiar radio, mewarnai dan fashion.
Asep menilai berbagai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan pengalaman di luar ruang pembelajaran formal. Kompetisi menjadi bagian dari proses belajar untuk mengembangkan kemampuan dan karakter.
“Peringatan Hari Jadi Jawa Timur harus menjadi momentum untuk membangun optimisme dan semangat generasi muda. Anak-anak harus diberikan ruang untuk belajar, berkompetisi, berkreativitas, sekaligus membangun karakter,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan semangat Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Cerdas dan Jatim Sehat. Jatim Cerdas mencakup pengembangan kreativitas, komunikasi, disiplin dan kemampuan sosial. Sementara Jatim Sehat turut mendukung perkembangan anak melalui kebugaran, interaksi sosial dan kepercayaan diri.
Pengembangan kemampuan anak, kata Asep, membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas dan masyarakat. Karena itu, ruang kompetisi dan kreativitas perlu diberikan sebagai bagian dari proses menyiapkan generasi muda.
“Pembangunan daerah bukan hanya tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kita juga harus menyiapkan manusianya. Anak-anak hari ini adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan Jawa Timur di masa depan,” katanya. (wes/arf)