JAVASATU.COM- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong penguatan kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang saat ini berjumlah 1.258.758 personel di seluruh Indonesia. Menurutnya, Satlinmas merupakan garda terdepan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Hal itu disampaikan Akhmad Wiyagus kepada awak media di Jakarta, Selasa (6/10/2026). Ia menegaskan, Satlinmas bukan sekadar unsur pelengkap pemerintahan, tetapi bagian dari kekuatan masyarakat yang perlu terus dibina dan ditingkatkan profesionalismenya.
“Satlinmas tidak boleh dipandang hanya sebagai pelengkap kegiatan pemerintahan. Satlinmas adalah bagian dari kekuatan masyarakat yang perlu dibina, diberdayakan, dan ditingkatkan kapasitasnya,” ujar Akhmad Wiyagus.
Data yang disampaikan Wiyagus menunjukkan 1.258.758 personel Satlinmas tersebut tersebar di 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota di Indonesia.
Jaringan keamanan berbasis masyarakat itu juga diperkuat 469.076 Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) yang tersebar di 75.288 desa dan 8.496 kelurahan.
Wiyagus menilai keberadaan personel dan jaringan Poskamling tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem keamanan berbasis masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas Satlinmas dinilai perlu dilakukan agar personel mampu menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Penguatan peran Satlinmas sebelumnya juga menjadi agenda dalam Apel Akbar Satlinmas Indonesia di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat (28/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Indonesia mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Apel tersebut dihadiri sekitar 3.000 anggota Satlinmas dari berbagai daerah. Pengukuhan kepengurusan Aslinmas Indonesia menjadi bagian dari agenda penguatan peran Satlinmas sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ditetapkan sebagai Ketua Pembina Teknis DPP Aslinmas Indonesia. Maruli mengatakan Satlinmas juga memiliki peran dalam membantu penanganan kondisi darurat di tengah masyarakat.
“Diharapkan juga turut aktif membantu penanggulangan bencana, salah satunya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” kata Maruli Simanjuntak.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Aslinmas Indonesia Reda Manthovani mengatakan organisasi tersebut akan mengambil peran dalam sejumlah program pemberdayaan masyarakat. Salah satu fokus yang disebutnya adalah pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.
“Mendorong pemilahan sampah organik dan non organik hingga masuk ke bank sampah, bisa dilakukan agar tidak menumpuk ke tempat pembuangan akhir,” ujar Reda Manthovani.
Reda juga menyebut pengawasan dana desa melalui sistem Abpednas berdampak terhadap tata kelola pemerintahan desa. Menurut dia, jumlah kepala desa dan perangkat desa yang terjerat kasus korupsi turun dari sebelumnya mencapai ratusan kasus menjadi 89 orang dalam kurun satu tahun terakhir.
Ke depan, Aslinmas Indonesia menyatakan akan memperkuat kapasitas dan profesionalisme anggota melalui peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. Organisasi tersebut juga akan mempererat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, pemadam kebakaran, serta pemerintah desa dan kelurahan.