JAVASATU.COM- Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang membidik penambahan cakupan layanan bagi sekitar 4.000 pelanggan melalui pengembangan Sumber Merjosari.
Untuk mendukung rencana tersebut, Tugu Tirta mengusulkan bantuan program kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sekaligus melakukan upaya pelestarian kawasan tangkapan air di sekitar sumber.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, mengatakan pengembangan Sumber Merjosari berpotensi mendukung perluasan layanan air minum di sejumlah wilayah Kota Malang. Berdasarkan izin pengambilan air, Tugu Tirta memperoleh alokasi sebesar 82 liter per detik.
Pasokan tersebut direncanakan untuk mendukung pelayanan bagi sekitar 4.000 pelanggan di wilayah Karangbesuki, Tanjungrejo, Kebonsari, dan Sukun. Namun, pengembangan sumber air itu masih diusulkan untuk memperoleh dukungan program bantuan dari Kementerian PU.
“Bagi Tugu Tirta, menjaga sumber air berarti menjaga keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat. Sumber Merjosari memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan layanan air minum. Karena itu, kawasan tangkapan airnya harus kita rawat bersama agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Priyo.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan sumber air, Tugu Tirta berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Kelurahan Merjosari, dan komunitas World Cleanup Day (WCD) menggelar aksi bersih lingkungan serta penanaman 500 bibit pohon durian dan alpukat, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati World Cleanup Day sekaligus Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Aksi bersih lingkungan dilakukan di kawasan Sumber Merjosari dengan membersihkan sampah, material urukan, dan limbah.
Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Malang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang.
Dalam kesempatan tersebut, DLH Kota Malang juga menyerahkan peralatan kebersihan kepada warga RW 06 Kelurahan Merjosari dan perwakilan mahasiswa komunitas WCD.
Priyo menjelaskan, keberlanjutan pelayanan air minum tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kondisi lingkungan yang menopang ketersediaan air baku. Karena itu, pelestarian kawasan tangkapan air menjadi bagian dari upaya mendukung pemanfaatan Sumber Merjosari untuk pengembangan layanan.
Sementara itu, Wali Kota Malang menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga sumber air.
“Menjaga lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi komitmen bersama yang harus terus dilakukan. Sumber air merupakan aset penting bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan warga sangat diperlukan agar kawasan sumber tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” pesan Wali Kota Malang. (har/arf)