JAVASATU.COM- Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung, mengapresiasi komitmen, dedikasi, dan langkah cepat Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam menggerakkan operasi pemberantasan narkoba secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Menurut Nasky, upaya tersebut merupakan langkah nyata untuk melindungi masyarakat, menyelamatkan generasi muda, dan mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Nasky, alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta, menilai pemberantasan narkoba merupakan bagian penting dari upaya negara menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat ketahanan sosial bangsa.
“Pemberantasan narkoba bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, melainkan juga tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, diperlukan ketegasan aparat, konsistensi penegakan hukum, serta dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujar Nasky dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Pengamat: Pemberantasan Narkoba Harus Terukur
Sebagai penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat, Nasky menilai operasi pemberantasan narkoba harus dijalankan secara terkoordinasi, profesional, dan berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi keselamatan masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak cukup diukur dari jumlah operasi atau pengungkapan perkara. Evaluasi juga harus memperhatikan kemampuan aparat memutus jaringan peredaran, menindak pemasok dan pengendali, mencegah penyalahgunaan, serta meningkatkan perlindungan masyarakat secara berkelanjutan.
“Penanganan narkoba harus berorientasi pada hasil yang nyata dan terukur. Bukan sekadar intensitas operasi, tetapi juga kemampuan memutus mata rantai peredaran, mempersempit ruang gerak jaringan narkotika, dan memastikan masyarakat semakin terlindungi,” tegasnya.
Nasky menambahkan, ketegasan penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan profesionalisme, akuntabilitas, penghormatan terhadap hukum, dan perlindungan hak masyarakat. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Pemberantasan Narkoba Dinilai Sejalan dengan Asta Cita Prabowo
Founder Demokrasi dan Sosial-Politik Indonesia itu menilai pemberantasan narkoba relevan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut terutama berkaitan dengan penguatan pembangunan sumber daya manusia, perlindungan generasi penerus bangsa, penciptaan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pembangunan nasional, serta penguatan pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
Menurut Nasky, ancaman narkotika tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial, merusak ketahanan keluarga, mengganggu keamanan lingkungan, dan menurunkan produktivitas masyarakat.
Karena itu, pemberantasan narkoba perlu menjadi agenda lintas sektor yang mengintegrasikan penegakan hukum, pencegahan, edukasi publik, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Negara harus hadir secara konsisten dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba. Penegakan hukum yang tegas dan terukur, disertai pencegahan serta rehabilitasi yang tepat, merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mempersiapkan generasi emas Indonesia,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pembangunan nasional membutuhkan masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki lingkungan sosial yang aman. Oleh sebab itu, pemberantasan narkoba perlu ditempatkan sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Polisi dan Masyarakat Diminta Bersinergi
Nasky menegaskan, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan tindakan aparat penegak hukum. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk memperkuat pencegahan, meningkatkan kewaspadaan lingkungan, dan membantu menyampaikan informasi mengenai dugaan peredaran narkotika melalui saluran resmi.
Dalam konteks tersebut, semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dinilai penting untuk membangun kolaborasi antara Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI sesuai kewenangannya, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan.
Menurutnya, masyarakat bukan sekadar pihak yang dilindungi, melainkan mitra strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba.
“Upaya pemberantasan narkoba membutuhkan gerakan bersama. Keluarga, sekolah, kampus, komunitas pemuda, dan masyarakat di tingkat lingkungan memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan, meningkatkan kesadaran publik, serta membantu memutus mata rantai peredaran narkotika,” jelasnya.
Ia juga mendorong penguatan akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, penanganan narkoba tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mencakup pemulihan dan pencegahan agar penyalahgunaan tidak berulang.
Sinergi Lintas Lembaga dan Kepercayaan Publik
Nasky berpandangan, kolaborasi lintas lembaga perlu diperkuat melalui pembagian peran yang jelas, pertukaran informasi sesuai ketentuan, serta evaluasi berkala terhadap hasil pelaksanaan program.
Sinergi Polri, BNN, TNI, pemerintah, sektor kesehatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat diperlukan agar upaya pencegahan, penindakan, serta rehabilitasi berjalan terpadu dan saling melengkapi.
Ia juga menekankan bahwa dukungan publik terhadap pemberantasan narkoba harus disertai partisipasi aktif dan pengawasan konstruktif. Transparansi informasi, profesionalisme aparat, dan penegakan hukum yang berkeadilan menjadi unsur penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
“Perang melawan narkoba pada hakikatnya merupakan upaya melindungi kemanusiaan dan masa depan bangsa. Karena itu, kita membutuhkan ketegasan aparat, kebijakan yang terukur, edukasi berkelanjutan, serta gotong royong seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.
Nasky berharap pemberantasan narkoba terus dilaksanakan secara konsisten, profesional, dan berkelanjutan. Menurut dia, keberhasilannya perlu dinilai bukan hanya dari pengungkapan perkara, tetapi juga dari peningkatan kesadaran masyarakat, terganggunya jaringan peredaran, tersedianya akses pemulihan bagi korban, dan semakin kuatnya perlindungan terhadap generasi muda.
“Semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kolaborasi berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat antara negara dan masyarakat, kita dapat memperkuat perlindungan publik, menjaga masa depan generasi bangsa, serta mendukung pembangunan Indonesia yang aman, maju, dan berdaulat,” pungkasnya.
Bareskrim Polri Gelar Penggerebekan Narkoba Serentak
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan penggerebekan terkait narkoba di sejumlah wilayah di Indonesia pada Jumat (9/10/2026). Dalam operasi tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti.
Penggerebekan melibatkan personel gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, hingga Satpol PP.
Operasi tersebut dipimpin Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Siagian dan Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso. Penggerebekan juga dilakukan di Kampung Ambon, Jakarta Barat.
“Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia. Serentak, arahan Presiden kepada Kapolri sudah jelas, kami maknai dan kami tidak akan tidur. Kami tidak akan tidur, masyarakat di hati kami. Kami akan berantas mata rantai narkoba,” ujar Kristian di Kampung Ambon, Jakarta Barat, Jumat (9/10/2026). (arf/arf)