JAVASATU.COM- Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kota Malang menyiapkan pembinaan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Hingga kini, pengurus mencatat 17 klub telah melengkapi registrasi, sementara total klub yang bergabung disebut mencapai 34, termasuk dari Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Hal itu disampaikan Ketua Harian ORADO Kota Malang M. Soleh, Sekretaris Lukman Nurhikmah, dan Divisi Hukum Dodi Irawan dalam tayangan Mbois Spot KONI Kota Malang, berkolaborasi dengan Javasatu.com.

Soleh menjelaskan, domino yang selama ini dikenal sebagai permainan di lingkungan masyarakat ingin dikembangkan menjadi cabang olahraga yang mengandalkan kemampuan berpikir, berhitung, dan menyusun strategi.
“Domino bukan hanya permainan. Di ORADO, ini menjadi olahraga kognitif atau olahraga otak. Tidak jauh berbeda dengan catur dan bridge yang mengandalkan kemampuan berpikir dan strategi,” kata Soleh.
Menurut dia, ORADO Kota Malang rutin menggelar kompetisi dan mengikuti sejumlah kegiatan olahraga. Pengurus juga menyiapkan pembinaan atlet dan wasit melalui pusat pelatihan di Garda Spot Center (GSC) Kota Malang.
Lukman mengatakan, pengurus membuka pendaftaran klub secara daring melalui formulir online. Klub yang bergabung akan diproses untuk memperoleh sertifikasi, dengan status klub amatir.
Ia menyebut, pembinaan tidak hanya menyasar pemain senior, tetapi juga generasi muda. ORADO Kota Malang berupaya memperkenalkan olahraga domino ke sejumlah perguruan tinggi dan sekolah, serta membuka kesempatan bagi kelompok disabilitas dan anak jalanan untuk ikut terlibat.
“Bagaimana kita tidak hanya mengangkat kelas domino, tetapi juga mengangkat kelas anak-anak jalanan, mengangkat derajat lewat ORADO,” ujar Soleh, ditimpali Lukman.
Untuk Porprov 2027, terdapat lima nomor pertandingan yang disebut sedang dipersiapkan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Pengurus mengakui jumlah atlet yang disiapkan masih terbatas, tetapi mereka memiliki atlet yang telah meraih prestasi di kompetisi tingkat provinsi.
Sementara itu, Dodi Irawan mengatakan salah satu tantangan pengembangan ORADO adalah stigma masyarakat yang mengaitkan permainan domino dengan perjudian. Menurutnya, ORADO berupaya memperkenalkan permainan melalui aturan pertandingan yang baku dan kompetisi resmi.
“Dalam ORADO, permainan domino difasilitasi dengan regulasi yang jelas. Kami berharap masyarakat melihatnya sebagai olahraga yang melatih strategi dan kemampuan berpikir,” kata Dodi.
Ia juga menyoroti pengembangan ORADO Scoreboard, aplikasi pencatatan skor yang dibuat Lukman Nurhikmah. Menurut Dodi, aplikasi tersebut menjadi salah satu upaya pengurus Kota Malang untuk mendukung pertandingan yang lebih terukur dan profesional.
Pengurus ORADO Kota Malang menyebut organisasi tersebut dideklarasikan pada 6 Februari 2026 dan mendapat pengakuan dalam Rakornas KONI pada 21 Mei 2026. Mereka juga menyampaikan ORADO telah terbentuk di 38 provinsi Jawa Timur dan ratusan kabupaten/kota, di Indonesia.
Dalam pembinaan, ORADO Kota Malang membagi pemain ke dalam kategori junior dan senior. Pengurus menyebut mayoritas peserta kompetisi yang selama ini diikuti masih berasal dari kelompok senior. (arf/arf)




