JAVASATU.COM- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM Unair) Surabaya menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 90 warga lanjut usia (lansia) dan pralansia di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (23/10/2026).

Melalui program Sapa Lansia (Sehat dan Aktif di Usia Senja), warga menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka, termasuk risiko hipertensi dan diabetes.
Jumlah peserta tersebut melampaui perkiraan awal panitia, yakni 50–70 orang. Pemeriksaan dilakukan bersama tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Ngajum.
Layanan yang diberikan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar tubuh, pemeriksaan tekanan darah, pencatatan data kesehatan, serta cek darah. Peserta dengan tekanan darah sistolik tinggi juga menjalani pemeriksaan jantung di lokasi.
Irawan dari UPT Puskesmas Ngajum mengatakan, hipertensi dan diabetes menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada peserta.
“Rata-rata hipertensi sama diabetes. Hasilnya juga sama, banyak yang memang hipertensi dan diabetes,” kata Irawan.
Peserta yang membutuhkan penanganan mendapat obat melalui program pemerintah untuk penyakit tidak menular (PTM) dan diarahkan menjalani kontrol kesehatan secara berkala.
“Semua tidak boleh diabaikan, semua didengarkan. Jadi walaupun hipertensi keluhannya pusing, kalau ada keluhan lain juga kita obati,” ujarnya.
Irawan mengimbau warga lansia untuk rutin memeriksakan kesehatan melalui posyandu agar kondisi mereka dapat dipantau.
“Ikut posyandu lansia, biar terkontrol kesehatannya,” pesannya.
Warga Berharap Pemeriksaan Menjangkau Tiap Dusun
Siti Zahro, warga Desa Sigilan, Sidomulyo, datang bersama ibunya setelah mendapat informasi dari kader posyandu. Ia mengapresiasi pemeriksaan gratis tersebut karena membantu warga lansia mengetahui kondisi kesehatan mereka.
“Alhamdulillah masih ada perhatian untuk masyarakat lansia dan pralansia. Alhamdulillah ibu saya juga bisa mendeteksi ada penyakit atau enggak,” kata Siti.
Ia berharap kegiatan serupa digelar secara berkala dan menjangkau setiap dusun. Menurutnya, sebagian lansia enggan datang untuk memeriksakan kesehatan. Ada pula yang bersedia datang, tetapi tidak memiliki pendamping untuk mengantar.
“Jadi saya harap tidak hanya di kelurahan, tapi ada di setiap dusun,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ibu Tupa (59), warga Desa Upalan yang tinggal sekitar satu kilometer dari lokasi kegiatan. Ia menilai pemeriksaan tersebut membantunya mengetahui perubahan tekanan darah.
“Bisa tahu kondisi kita, jadi naik turunnya tensi itu tahu,” kata Tupa. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut.
Sementara itu, Rachel dari divisi acara mengatakan sebagian besar peserta yang mengikuti pemeriksaan merupakan perempuan. Sebagian peserta juga masih mengingat hasil pemeriksaan terakhir mereka di posyandu.
“Mungkin dengan adanya kegiatan kita ini, bisa mengingatkan mereka lagi,” ujar Rachel. (agb/arf)






