Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Sebulan Cuaca Ekstrim, Nelayan di Malang Krisis Pendapatan

Agung Baskoro by Agung Baskoro
1 Januari 2025
0

JAVASATU.COM-MALANG- Sudah satu bulan cuaca di Malang tidak menentu. Ini berdampak pada nelayan di Pantai Tamban, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang.

Perahu milik nelayan Pantai Tamban. (Foto: Dok)

Terhitung mulai awal bulan Januari cuaca di pantai selatan itu mengalami curah hujan cukup tinggi, angin kencang serta gelombang tinggi.

Koordinator nelayan Pantai Tamban, Budi Hari mengaku kondisi masyarakat nelayan saat ini mengalami krisis pendapatan, dan saat ini para nelayan mengandalkan pendapatannya menjadi petani dan buruh tani.

“Kondisi nelayan sekarang ‘laip’ (paceklik, red) tidak bisa melaut sejak awal bulan lalu hingga sekarang, hanya melaut di pinggir, tidak bisa ke tengah, ya curah hujan, angin besar dan gelombang tinggi mas” kata Budi Hari, Senin (8/2/2021).

Para nelayan tidak berani melaut melebihi radius 2 mil dari bibir pantai, lanjut Budi, karena gelombang air laut mencapai 5 hingga 7 meter. Diperparah dengan angin kencang dan curah hujan tinggi.

Saat ini para nelayan beralih menanam padi dan jagung. Namun demikian diakui Budi, masih ada beberapa nelayan yang nekat mencari ikan di pinggir pantai, tapi hasilnya tidak maksimal.

“Musim begini ini, kami pilih menanam padi dan lainnya ada yang jadi buruh tani mas. Kalau melaut hanya dapat ikan kembung, ikan tongkol kecil itu saja, tidak banyak. Kalau ikan tuna tidak ada, tidak berani mencari tuna di tengah” urainya.

Terakhir Budi menjelaskan, bahwa kondisi cuaca ekstrim itu disebut cuaca ‘baratan’ akan terjadi hingga akhir bulan Februari nanti. (Agb/Saf)

Tags: Cuaca EkstrimGelombang TinggiNelayan MalangNelayan Pantai TambanPantai Tamban
Previous Post

HPN 2021, KWG Inginkan Insan Pers Jadi Sarana Pemulihan di Tengah Pandemi

Next Post

PSBB di Jakarta Diperpanjang Hingga 22 Februari 2021

Related Posts

Majalengka Creative Festival 2026 Dorong UMKM Lokal Naik Kelas
Berita

Majalengka Creative Festival 2026 Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

22 Oktober 2026
Gresik Jadi Tuan Rumah Perdana Workshop Pasar Modal Syariah 2026
Berita

Gresik Jadi Tuan Rumah Perdana Workshop Pasar Modal Syariah 2026

22 Oktober 2026
Prof Ahmad Barizi: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Sains Modern
Berita

Prof Ahmad Barizi: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Sains Modern

22 Oktober 2026
Inisiator Hari Santri Gus Thoriq Usulkan Doa untuk Indonesia, Ini Isinya
Berita

Inisiator Hari Santri Gus Thoriq Usulkan Doa untuk Indonesia, Ini Isinya

22 Oktober 2026
Hari Santri Nasional, Laskar Fisyabilillah Indonesia Soroti Peran Santri Jaga NKRI
Berita

Hari Santri Nasional, Laskar Fisyabilillah Indonesia Soroti Peran Santri Jaga NKRI

22 Oktober 2026
Reklame di Median Jalan Soekarno-Hatta Malang, Sesuai Perda atau Tidak?
Berita

Reklame di Median Jalan Soekarno-Hatta Malang, Sesuai Perda atau Tidak?

22 Oktober 2026
Next Post
PSBB di Jakarta Diperpanjang Hingga 22 Februari 2021

PSBB di Jakarta Diperpanjang Hingga 22 Februari 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • OPINI: Epistemologi Pesantren dan Visi Indonesia Emas 2045
  • Majalengka Creative Festival 2026 Dorong UMKM Lokal Naik Kelas
  • Gresik Jadi Tuan Rumah Perdana Workshop Pasar Modal Syariah 2026
  • Prof Ahmad Barizi: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Sains Modern
  • Inisiator Hari Santri Gus Thoriq Usulkan Doa untuk Indonesia, Ini Isinya
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com