Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pemkab Gresik Terus Berupaya Turunkan AKI, AKB dan Cegah Stunting

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
31 Agustus 2022
0

JAVASATU.COM-GRESIK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Pencegahan Stunting.

(Foto: Istimewa)

Kali ini, pada Selasa (30/8/2022) bekerjasama dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Surabaya menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema ‘Pernikahan Dini, Stunting dan Kematian Ibu’ bertempat di Ballroom Giriloka Hotel Aston Inn Gresik.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan menghadirkan 4 narasumber diantaranya pakar tumbuh kembang anak Prof. Moersintowarti B Narendra, MSc.,dr.SpA (K), pakar penurunan AKI AKB Prof. Dr. Nyoman Anita, drg,,MS, pakar Fetal Programing Hermanto Tri Joewono, dr.,spOG (K) dan Ketua Peradi Gresik Kukuh Pramono Budi, S.H.,M.H,.

Hadir pula Wakil Bupati Gresik Dra. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd, Dandim 0817 Gresik, Mewakili Kapolres Gresik Kabag Ten Achmad Zunaidi, Ketua Pengadilan Agama Gresik Dr. Soegiri, Ketua Pengadilan Agama Bawean Ahmad Badarusman, Ketua IKA UNAIR Gresik dr. Lestari, Camat, Kepala Puskesmas dan Kepala Desa lokus Stunting Se Kabupaten Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menyampaikan persoalan stunting ini menjadi persoalan nasional yang harus dituntaskan dengan satu tekad dan komitmen yang kuat, menyatukan persepsi menyatukan hati berkolaborasi bersama sama menuntut bekerja lebih cepat, kerja lebih tepat.

“Banyak variabel dalam kasus Stunting khususnya di Kabupaten bagaimana kita melihat dan mengidentifikasi hingga pendampingan,” ungkap Gus Yani, begitu sapaan akrab Bupati Gresik.

Gus Yani menuturkan, Pernikahan dini pada anak dapat meningkatkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

“Pernikahan pada usia dini sangat berbahaya. Pernikahan usia dini juga berpotensi pada bayi yang dilahirkan mengalami kekerdilan atau stunting,” ujarnya.

Bupati mengimbau setiap keluarga bahwa sebuah pernikahan harus direncanakan sebaik mungkin dan dilakukan pada usia yang bisa dikatakan cukup.

“Era nya kolaborasi dibutuhkan komitmen bersama dimana Bonus Demografi di imbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul terutama dalam penanganan kasus Stunting agar dapat dikendalikan,” ujarnya.

Diterangkan, lakukan pantauan kesehatan ibu dan anaknya. Semua harus bekerjasama agar kematian bayi, kematian ibu dapat dicegah. Berikanlah anak-anak kita atau bayi dengan makanan yang bergizi agar stunting tidak terjadi.

“Mari bersama berkomitmen tingkatkan kualitas mutu layanan kesehatan bagi ibu dan anak dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

(Foto: Istimewa)

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, MM dalam laporannya menyampaikan Kematian Ibu dan kematian balita berdasarkan laporan MPDN untuk tahun 2022 per bulan Agustus adalah jumlah kematian ibu sebanyak 12 (tahun 2021 sebanyak 60), jumlah kematian bayi sebanyak 55 (tahun 2021 sebanyak 66).

Dijelaskan dr. Khusnah sapaan akrab Kadinkes, Kasus Stunting berdasarkan EPPGBM Per Juni tahun 2022 jumlah balita ditimbang dan dilakukan pemantauan status gizi sebanyak 70.451 balita atau 67,97% dibanding jumlah balita seluruhnya, Prevalensi Stunting sebesar 10,52% tahun 2021 sebesar 10,9%.

“Hasil monev dan pelacakan Stunting di lapangan ditemukan beberapa hal penyebab diantaranya pola asuh dan pola makan, pemberian ASI eksklusif kurang berkualitas, riwayat ibu hamil KEK dan Bumil Risti (Risiko Tinggi), berat badan lahir rendah, sosial ekonomi dan kesehatan lingkungan kurang memadahi,” ungkapnya.

Menurut dia, Intervensi spesifik yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan antara lain cakupan pemberian ttd remaja putri sebesar 52%, cakupan pemberian PMT sebesar 75% dengan sasaran balita gizi kurang dan gizi buruk, cakupan IDL 57,50%, cakupan pemberian obat cacing 99,38%.

“Intervensi sensitif yang telah dilaksanakan adalah kegiatan gemar makan ikan oleh dinas perikanan, Air bersih oleh dinas CKPKP dan pendampingan pola asuh oleh TP PKK dan TPK,” pungkasnya.

Usai sambutan dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Gresik dan IKA UNAIR dilanjutkan perjanjian kerjasama (PKS) Dinas Kesehatan dan Pengadilan Agama Gresik, selanjutnya perjanjian kerjasama Pengadilan Agama Gresik dan Pengadilan Agama Kepulauan Bawean.

(Foto: Istimewa)

Acara juga diisi penyerahan bantuan oleh Bupati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik kepada balita Stunting. (Bas/Arf)

Tags: Bupati GresikDinkes GresikFandi Akhmad YaniIKA UNAIR
Previous Post

Resensi Puisi Esai Indonesia ‘Di Balik Lipatan Waktu’ Yogyakarta

Next Post

Semangat SERUMPUN VOICE Dalam Membina Komunitas Bernyanyi di Malang Raya

Related Posts

Klinik Annahdlah Dukun Gresik Layani Prolanis dan Pap Smear Gratis
Kesehatan

Klinik Annahdlah Dukun Gresik Layani Prolanis dan Pap Smear Gratis

14 Oktober 2026
Wabup Kediri Apresiasi Layanan Terapi EECP di Pare
Kesehatan

Wabup Kediri Apresiasi Layanan Terapi EECP di Pare

28 September 2026
PKK dan Dinkes Batu Edukasi Siswi SMP Cegah Stunting dan Pernikahan Dini
Kesehatan

PKK dan Dinkes Batu Edukasi Siswi SMP Cegah Stunting dan Pernikahan Dini

23 September 2026
Philips Future Health Index 2026: AI Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kesiapan Masih Jadi Tantangan
Kesehatan

Philips Future Health Index 2026: AI Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kesiapan Masih Jadi Tantangan

1 September 2026
PKG Gresik Capai 28,8 Persen, Targetkan 46 Persen hingga Desember 2026
Kesehatan

PKG Gresik Capai 28,8 Persen, Targetkan 46 Persen hingga Desember 2026

19 Agustus 2026
JKN Aktif di Kabupaten Malang Baru 66,44 Persen, Dewan Soroti Kematian Bayi
Kesehatan

JKN Aktif di Kabupaten Malang Baru 66,44 Persen, Dewan Soroti Kematian Bayi

18 Agustus 2026
Next Post
Semangat SERUMPUN VOICE Dalam Membina Komunitas Bernyanyi di Malang Raya

Semangat SERUMPUN VOICE Dalam Membina Komunitas Bernyanyi di Malang Raya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Kapolresta Malang Kota Turun ke Jalan, Pantau Lalu Lintas di Zona Sekolah
  • Ziarah KH Faqih Maskumambang, ISNU Dukun Perkuat Sinergi NU
  • DPRD Kabupaten Malang Usulkan Rp3,2 Miliar untuk PMI pada 2027
  • Gugatan Hamzah terhadap PDIP Majalengka Tak Diterima PN
  • Spencer Green Hotel Batu Gelar Olimpiade Matematika Anak 29 November 2026
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com