JAVASATU.COM- Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar, mendorong pengembangan potensi desa untuk memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat pemerataan pembangunan di Jawa Timur. Penguatan tersebut perlu didukung peningkatan kompetensi aparatur desa, pengelolaan sumber daya lokal, serta koordinasi antardaerah.

Hal itu disampaikan Asep saat menutup Workshop Pengembangan Kompetensi Sekretaris Desa se-Jawa Timur Angkatan IV Tahun 2026 di Tulungagung, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur itu diikuti 60 sekretaris desa dari tujuh kabupaten/kota.
Dalam kesempatan tersebut, Asep memaparkan konsep Koridor Selatan Jawa Timur atau Akselerasi Selatan-Selatan Jawa Timur. Konsep ini menekankan keterhubungan antardaerah, optimalisasi potensi lokal, dan penguatan sinergi pemerintahan untuk mendorong pembangunan kawasan yang lebih merata.
Menurut Asep, desa memiliki potensi pertanian dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Pengelolaan potensi tersebut perlu dilakukan secara terarah agar mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal.
Ketahanan Pangan Perlu Didukung Inovasi
Asep menilai pengembangan sektor pertanian perlu mengikuti perkembangan teknologi dan inovasi. Pertanian tidak hanya dipandang sebagai aktivitas tradisional, tetapi juga sebagai sektor yang dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi, perbaikan tata kelola, dan pengembangan nilai ekonomi hasil produksi.
Bagi Jawa Timur, penguatan ketahanan pangan juga perlu disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan koordinasi program pembangunan. Setiap daerah diharapkan mampu mengembangkan keunggulan lokal sesuai karakteristik wilayahnya.
Melalui konsep Akselerasi Selatan-Selatan Jawa Timur, pengembangan potensi desa di kawasan selatan diarahkan agar lebih terintegrasi. Kolaborasi antardaerah diperlukan untuk mendukung pengembangan sektor pangan dan ekonomi lokal.
Sekretaris Desa Didorong Tingkatkan Kompetensi
Selain pengembangan potensi ekonomi, Asep menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sekretaris desa dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.
Sekretaris desa memiliki peran dalam administrasi pemerintahan, koordinasi perangkat desa, pengelolaan data, serta tata kelola keuangan dan pelayanan publik. Kemampuan tersebut perlu diperkuat agar aparatur desa dapat mendukung perencanaan pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Pemanfaatan data desa, misalnya, dapat membantu pemerintah mengidentifikasi potensi ekonomi, memetakan kebutuhan warga, dan menentukan prioritas program. Sementara itu, teknologi digital dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan pelayanan publik.
Asep juga menekankan pentingnya penerapan hasil workshop dalam pekerjaan sehari-hari. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan kepada perangkat desa lainnya.
Bakorwil III Malang Perkuat Koordinasi Antardaerah
Bakorwil III Malang menjalankan fungsi koordinasi, sinkronisasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi, serta pembinaan dan pengawasan sesuai tugas dan kewenangannya.
Peran tersebut diperlukan untuk menyelaraskan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah desa. Koordinasi diharapkan membantu pengembangan potensi lokal agar sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.
Workshop Pengembangan Kompetensi Sekretaris Desa se-Jawa Timur Angkatan IV Tahun 2026 diikuti 60 peserta dari Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Malang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jombang, dan Kota Batu.
Selama kegiatan, peserta mengikuti pembelajaran dan bertukar pengalaman untuk meningkatkan kapasitas dalam tata kelola pemerintahan desa, administrasi, serta pelayanan masyarakat.
Peningkatan kompetensi aparatur desa menjadi salah satu aspek yang didorong dalam upaya mengoptimalkan potensi wilayah, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung program pengentasan kemiskinan di Jawa Timur. (wes/arf)