JAVASATU.COM- Aparat gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengawal aksi demo damai perwakilan 20 kampung di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Jumat (20/2/2026). Aksi yang digelar di halaman Polsek Ilu itu menuntut pembukaan kembali Bandara Ilu hingga layanan publik yang sempat terhenti.

Sekitar 150 warga turun dalam aksi tersebut. Mereka dipimpin tokoh adat (Toda) Nunu, tokoh agama (Toga) Tabuni, dan tokoh masyarakat (Tomas) Yustus Kogoya. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Distrik Ilu Nita Enumbi, Danramil 1714-01/Ilu Letda Inf Fransisco, serta Kapolsek Ilu Iptu Rajab.
Aksi digelar sebagai respons atas insiden penembakan dua pilot di Koroway Batu pada 11 Februari 2026 serta penembakan seorang pedagang kios, almarhum Gunawan, di Kampung Mobigi, Distrik Ilu, pada 12 Februari 2026. Warga menegaskan Distrik Ilu tetap aman dan kondusif.
Dalam pernyataannya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka meminta Bandara Ilu dan rute penerbangan perintis Nabire–Ilu segera dibuka kembali agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Selain itu, warga mendesak Bank Papua Cabang Ilu beroperasi, layanan kesehatan diaktifkan, serta sekolah-sekolah dibuka dengan guru yang kembali mengajar secara aktif. Warga pendatang yang berjualan di kios juga diminta tidak takut beraktivitas.
Kepala Distrik Ilu Nita Enumbi menegaskan komitmennya menjaga Distrik Ilu sebagai rumah bersama yang aman dan nyaman.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat berkolaborasi menjaga stabilitas keamanan serta tidak mudah terprovokasi isu yang dapat mengganggu ketertiban.
Sementara itu, Danramil 1714-01/Ilu Letda Inf Fransisco menegaskan keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh masyarakat.
Ia meminta warga memperkuat rasa nasionalisme serta mengedepankan gotong royong guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya.
Aksi berlangsung tertib dan mendapat pengamanan ketat aparat TNI-Polri hingga kegiatan selesai. (arf/nuh)