JAVASATU.COM- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mendorong masyarakat aktif melaporkan pohon berpotensi tumbang melalui aplikasi Eco Green menyusul sejumlah kejadian pohon roboh akibat cuaca ekstrem.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan, tim DLH rutin melakukan pemantauan pohon tua yang rawan tumbang dan perempesan ranting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
“Setiap hari, tiga tim kami memantau dan meremajakan pohon-pohon yang lapuk. Contohnya hari ini ada pohon miring di Jalan Wilis, langsung kami lakukan pemotongan bertahap agar tidak roboh,” ujar Raymond, Senin (27/10/2025).
DLH Kota Malang mengimbau warga mengunduh aplikasi Eco Green di Google Play Store atau Apple App Store, lalu melaporkan pohon berpotensi tumbang dengan menyertakan foto dan lokasi. Partisipasi masyarakat dianggap penting mengingat keterbatasan jumlah tim DLH dalam memantau seluruh pohon di kota.
Kejadian pohon tumbang sebelumnya terjadi di Jalan Prof Yamin, di mana pohon trembesi lapuk menimpa mobil yang melintas. Raymond menegaskan, sebagian pohon roboh memang sulit diprediksi karena faktor alam, seperti hujan dan angin kencang.
“Di Jalan Ijen terdapat sekitar 40 pohon yang sudah tidak berdaun, namun pohon yang roboh kemarin masih utuh. Ini diluar prediksi karena faktor bencana alam,” tambahnya.
DLH juga menargetkan peningkatan intensitas perempesan pohon menjelang musim hujan November hingga Desember, khususnya pohon mati atau kering yang berpotensi membahayakan warga.
“Laporan dari masyarakat sangat membantu. Jika ada pohon yang akarnya terbakar atau sudah kering, tim kami bisa mempercepat perempesan atau penebangan,” pungkas Raymond. (win/nuh)