JAVASATU.COM- Mahasiswa KKN-BBK (Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Komunitas) ke-7 Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya menggelar ekspo UMKM dan inovasi teknologi di Kantor Kecamatan Gresik, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini menampilkan potensi ekonomi kreatif lokal sekaligus memperkenalkan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat promosi untuk UMKM.
Acara dibuka secara resmi oleh Camat Gresik, Jelesvie Triatmoko, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan mahasiswa UNAIR memilih Kecamatan Gresik sebagai lokasi kegiatan. Ia menekankan manfaat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat:
“Kami sangat senang mahasiswa Universitas Airlangga mempercayakan Kecamatan Gresik sebagai lokasi ekspo. Kegiatan ini tidak hanya mempromosikan UMKM lokal, tapi juga memperkenalkan teknologi modern seperti AI untuk mendukung digital marketing. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Jelesvie Triatmoko.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat, sekaligus meningkatkan promosi UMKM lokal serta mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Kecamatan Gresik.
Dalam ekspo, Kelurahan Kebungson menampilkan produk unggulan UMKM, termasuk kerajinan ramah lingkungan ecoprint, minuman herbal dawet kelor, dan Batik Gajah Mungkur khas Kebungson.
Fither Kuntajaya, Lurah Kebungson, menyoroti peran ekspo dalam mengembangkan UMKM lokal dan memanfaatkan teknologi modern:
“Ekspo ini menunjukkan bagaimana teknologi, khususnya AI, bisa dimanfaatkan untuk memajukan UMKM lokal. Selain memamerkan produk unggulan seperti Batik Gajah Mungkur, ecoprint, dan dawet kelor, kegiatan ini juga mengajarkan pelaku usaha memasarkan produknya secara digital. Semoga kegiatan ini bisa digelar kembali dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujar Fither.
Selain menampilkan produk lokal, ekspo juga memamerkan pemanfaatan AI untuk mendukung digital marketing UMKM.
“Tujuannya jelas, menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern sehingga usaha kreatif masyarakat dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan,” imbuhnya. (bas/nuh)