JAVASATU.COM- Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara menggelar Indonesia Culinary Diplomacy di Turki pada 10–11 Oktober 2026. Kegiatan yang dihadiri perwakilan dari 70 negara tersebut bertujuan memperkenalkan kuliner Nusantara sekaligus memperluas promosi ekonomi kreatif Indonesia di pasar internasional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) yang diperingati setiap 24 Oktober. Kuliner dipilih sebagai sarana diplomasi budaya untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, kreativitas, dan potensi usaha Indonesia kepada masyarakat internasional.
Ketua DPLN Gekrafs Turki, Adjie Himawan, mengatakan diplomasi kuliner menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia kepada masyarakat global.
“Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, bukan hanya dari sisi rasa, tetapi juga dari cerita, tradisi, dan kreativitas yang menyertainya. Melalui Indonesia Culinary Diplomacy, kami ingin menunjukkan bahwa kuliner dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia sekaligus membangun jejaring dan peluang kolaborasi di tingkat global,” ujar Adjie, Kamis (15/10/2026).
Pensosbud KBRI Ankara, Yudhi Ardian, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Turki melalui pertukaran budaya.
“Kuliner merupakan bahasa universal yang dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan Indonesia secara lebih utuh kepada masyarakat Turki, tidak hanya melalui cita rasa makanan, tetapi juga melalui nilai budaya, keramahan, dan kreativitas yang menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia,” kata Yudhi.
Wakil Ketua DPLN Gekrafs Turki, Fauzul Azhim, menambahkan promosi kuliner juga diarahkan untuk memperkenalkan produk dan pelaku usaha ekonomi kreatif Indonesia kepada calon mitra di Turki.
“Diplomasi kuliner menjadi bagian dari strategi untuk membawa produk dan pelaku ekonomi kreatif Indonesia lebih dekat dengan pasar internasional. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha, memperluas jaringan, serta mendorong terciptanya kolaborasi berkelanjutan antara Indonesia dan Turki,” ujar Fauzul.
Penyelenggaraan Indonesia Culinary Diplomacy melibatkan dukungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri sebagai sponsor resmi. Keterlibatan kedua bank tersebut menjadi bagian dari dukungan sektor perbankan terhadap promosi potensi Indonesia dan pengembangan ekonomi kreatif berorientasi internasional.
Kolaborasi Gekrafs dan KBRI Ankara diharapkan membuka peluang pertukaran budaya, memperluas jejaring pelaku usaha, serta mendorong penjajakan kerja sama di bidang kuliner dan subsektor ekonomi kreatif lainnya.
Hari Ekonomi Kreatif Nasional diperingati setiap 24 Oktober sebagai momentum untuk mendorong pengembangan dan promosi ekonomi kreatif Indonesia, termasuk memperluas jangkauan produk dan pelaku usaha ke pasar internasional. (arf/arf)